Kita berkendara di jalan sepi
Menelan malam dan semua janji yang tersisa
Aku adalah cahaya kecil
Yang perlahan larut di bayanganmu
Kau adalah altar
Aku adalah dupa yang membara
Sebelum akhirnya menjadi abu yang kau lupa
Tanpa sesal, tanpa doa, tanpa nama
BACA JUGA:
Kenyataan Pahit Negeri Ini
Kau adalah gelap yang ku rindu
Nama yang ku genggam hingga cahaya redup
Dan dalam selimut malam yang basah
Kau tetap saja altarnya
BACA JUGA:
Pada Hari yang Mengingat
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!