Puisi

Detik Yang Terluka

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 5 Februari 2026 08:55 WIB • 👁 214 Pembaca
Detik Yang Terluka
Ilustrasi: Pinterest

Siapa bilang waktu tak pernah berhenti?
Dalam detik yang kutumpangi,
Berkali-kali ia terhenti
Dihantam badai.


Kehilangan mengajarkannya menjadi beku,
Diam tak bergerak,
Seolah mengisyaratkan hati
Untuk sayatan yang akan datang.


Ada saatnya ia berlari begitu cepat,
Tergesa melupakan hal-hal
Yang tak seharusnya dilupa,
Mencengkeram leher


Agar napas menyapa lebih cepat,
Meninggalkan kenangan
Yang seharusnya dikenang.


Adakalanya ia berjalan begitu lambat,
Membuat tiap penderitaan
Terasa kian menyakitkan,
Seperti meniti jalan di tepi jurang,
Menggenggam bara yang melelahkan,
Membakar habis sisa-sisa harapan.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Fatiyatul Ahya Rusda
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.