Siapa bilang waktu tak pernah berhenti?
Dalam detik yang kutumpangi,
Berkali-kali ia terhenti
Dihantam badai.
Kehilangan mengajarkannya menjadi beku,
Diam tak bergerak,
Seolah mengisyaratkan hati
Untuk sayatan yang akan datang.
Ada saatnya ia berlari begitu cepat,
Tergesa melupakan hal-hal
Yang tak seharusnya dilupa,
Mencengkeram leher
Agar napas menyapa lebih cepat,
Meninggalkan kenangan
Yang seharusnya dikenang.
Adakalanya ia berjalan begitu lambat,
Membuat tiap penderitaan
Terasa kian menyakitkan,
Seperti meniti jalan di tepi jurang,
Menggenggam bara yang melelahkan,
Membakar habis sisa-sisa harapan.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!