Puisi

Potongan Tak Besuara

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Rabu, 24 November 2010 05:46 WIB • 👁 1.291 Pembaca

Sepotong bulan tersenyum pekat

menyaksikan dua pasang kucing

yang bersembunyi di balik roda-roda kematian

saling berebut tulang..

Dia ingin menyapa

namun segumpal daging di dadanya berontak

teriak "tidak!!"

Angin dingin terus bertiup dari tenggara

tak menyisakan satu ruang pun untuk kehangatan..

Sementara bola-bola mata yang kedinginan

terus mengeong untuk sebuah asa..

Sepotong bulan hanya terdiam

menyaksikan bola-bola mata yang tak lagi bersuara

mulai dihinggapi lalat-lalat kelaparan..

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNP

TM 2009

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Oleh Milda Sari Hadi
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.