Di tengah hamparan hijau Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berdiri kokoh sebuah bangunan kayu beratap ijuk yang telah berusia ratusan tahun. Masjid Tuo Kayu Jao bukan sekadar tempat ibadah, melainkan monumen hidup yang menyimpan jejak awal penyebaran Islam dan akulturasi budaya Minangkabau dengan nilai-nilai keislaman.

Masjid ini didirikan pada tahun 1567 oleh dua ulama terkemuka di Solok, Angku Masyhur dan Angku Labai, dengan dukungan masyarakat dari tiga nagari: Kayu Aro, Kayu Jao, dan Lubuk Selasih. Angku Masyhur dikenal sebagai imam yang suaranya merdu saat melantunkan ayat-ayat Alqur'an dalam salat, sehingga banyak dikagumi warga. Sementara Angku Labai berperan sebagai bilal, yang bertugas melantunkan azan sebagai penanda masuknya waktu salat.
Pada masa lalu, fungsi masjid ini melampaui aktivitas ritual semata. Ia menjadi ruang musyawarah bagi pemuka masyarakat dari tiga jorong (Lubuk Selasih, Kayu Aro, dan Kayu Jao) untuk membahas urusan nagari, merencanakan pembangunan, bahkan merumuskan strategi perlawanan terhadap penjajah dan menyimpan senjata rahasia.
Masjid Tuo Kayu Jao merupakan perpaduan harmonis antara nilai Islam dan estetika Minangkabau. Beberapa ciri khasnya meliputi:
l atap bersusun tiga tingkat yang melambangkan "tiga tungku sajarangan" dalam falsafah Minang: alim ulama, ninik mamak, dan cerdik pandai.
l puncak atap berbentuk limas dengan mestaka di ujungnya, ditutupi anyaman ijuk setebal 15 cm yang disusun pada kerangka bambu. Bentuknya yang sedikit cekung dirancang untuk mempercepat aliran air hujan ke bawah.
l hiasan ukiran terawangan tembusbermotif geometris pada setiap tingkat atap, berfungsi ganda sebagai ventilasi udara dan jalur masuk cahaya. Di antara satu tingkat atap dengan lainnya terdapat dua ukiran lingkaran menyerupai roda.
l ukiran unik pada keempat sudut dinding luar dan permukaan beduk, menambah nilai estetika tradisional.
l tonggak dan pondasi terbuat dari kayu jao, jenis kayu yang dikenal kuat, keras, dan sangat alot, sesuai dengan nama nagari tempat masjid ini berdiri.

Bangunan berbentuk bujur sangkar ini memiliki bagian barat yang menjorok keluar berukuran 2,1 meter x 3,5 meter, beratap ijuk membentuk gonjong (seperti tanduk). Tepat di bawah gonjong ini, di dalam masjid, berdiri mihrab (tempat imam memimpin salat) yang dipadukan dengan mimbar kayu berukir motif sulur.
Struktur masjid ditopang oleh 27 tiang setinggi 15 meter, plus satu tiang utama di tengah yang disebut tiang macu. Ke-27 tiang ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga, tetapi juga menyimbolkan enam suku di kawasan masjid, empat unsur pemerintahan, serta tiga unsur agama: khatib, imam, dan bilal.
Keasrian Masjid Tuo Kayu Jao tidak hanya terpancar dari bangunan utamanya, tetapi juga dari lingkungan sekitarnya. Halaman masjid disegarkan oleh aliran sungai kecil yang mengalir tenang, menciptakan kesejukan alami yang menyatu dengan suasana khidmat tempat ibadah. Di sekelilingnya, taman-taman masih terjaga keasriannya, menambah kenyamanan jamaah sebelum atau sesudah beribadah.
Fasilitas penunjang ibadah juga dirancang dengan memperhatikan kebutuhan beragam jamaah. Masjid ini memiliki tiga kamar mandi: dua di antaranya untuk pria dan wanita, terletak di bagian bawah dekat aliran sungai kecil. Sementara satu kamar mandi khusus lansia ditempatkan di atas, bersebelahan langsung dengan bangunan masjid. Penataan ini memudahkan jamaah usia lanjut untuk mengakses fasilitas tanpa harus menaiki atau menuruni tangga, mencerminkan prinsip inklusivitas dalam pengelolaan tempat ibadah.

Kini, Masjid Tuo Kayu Jao tetap aktif digunakan untuk ibadah harian dan kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi magnet wisata sejarah dan budaya. Pengunjung dapat merasakan atmosfer spiritual yang kental, sambil mempelajari bagaimana masyarakat Minangkabau mengintegrasikan nilai Islam dalam kehidupan sosial dan arsitektur mereka.
Keberadaannya juga menjadi bagian dari narasi Desa Wisata Kayu Jao, yang menawarkan pengalaman menyelami warisan Islam dan budaya Minang di tengah alam yang asri.

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!