Kebanyakan orang beranggapan membaca produktif berkenaan dengan sesuatu yang ilmiah dan pengetahuan saja. Ketika seseorang membaca buku pengetahuan dikatakan orang tersebut pintar dan mementingkan pengetahuan. Berbeda dengan seseorang pembaca buku fiksi, sering dianggap orang yang suka bermain-main. Sehingga, dikatakan membaca fiksi bukanlah suatu hal yang bermanfaat.
Pendapat ini tidak seluruhnya salah, hal ini dikarenakan seseorang membaca buku fiksi biasanya untuk menghibur diri. Namun, apakah kesalahan dari pernyataan tersebut?, kesalahannya adalah membaca buku fiksi bukanlah hal yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Hal ini didasari dengan tulisan fiksi adalah bentuk interpretasi imajinasi yang disalurkan melalui tulisan, sehingga ketika dibaca akan memunculkan imajinasi pada pembacanya. Selain imaji, tulisan fiksi biasanya mengandung perasaan yang disalurkan penulis melalui tulisannya. Membaca fiksi juga menimbulkan rasa empati dan simpati pada diri pembaca. Hal ini juga dikarenakan dengan membaca situasi tokoh atau objek tertentu di dalam tulisan.
Anggapan membaca fiksi tidak bermanfaat berbanding terbalik dengan manfaat yang didapat saat membacanya. Seorang yang membaca fiksi punya naluri yang peka akan situasi di kehidupan nyata. Hal ini disebabkan karena seringnya membaca situasi pada bacaannya. Sehingga dikatakan membaca fiksi membuat hati seseorang tidak buta dan mati. Seseorang yang suka membaca fiksi adalah orang yang kreatif dan imajinatif dalam berfikir.
Berbeda dengan buku pengetahuan dan ilmiah, biasanya cenderung dengan orang-orang yang berpikir realistis dan tidak peduli akan situasi yang terjadi. Empati dan simpati bahkan naluri tidak berhasil menyentuh hatinya dengan keadaan sekitar. Seorang yang membaca buku ilmiah akan berfokus pada hukum atau teori yang berlaku, melainkan seorang pembaca fiksi akan melihat sesuatu dengan berbagai sisi dan kondisi.
Keduanya bukanlah suatu kesalahan, namun jika dikaitkan dengan pernyataan awal, maka dapat terlihat membaca fiksi bukanlah suatu hal yang tidak bermanfaat dan suatu kesia-siaan. Membaca tulisan fiksi dapat membangun naluri di dalam hati, sehingga tidak menjadi seorang yang kejam dalam mengambil keputusan. Begitupun sebaliknya membaca buku pengetahuan akan menjadikan seseorang berpikir rasional dalam mengambil keputusan. Maka, dapat dikatakan keseimbangan keduanya akan menjadikan seseorang menjadi bijak dalam berpikir dan bertindak.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!