Iluni UNP diharapkan menjadi penghubung bagi alumni ke dunia kerja. Seperti halnya Iluni ITB dan UI
Tak terasa, Sari Zulkarnain S.T resmi melepas status mahasiswanya dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun ini. Awalnya, alumni ITB angkatan 2006 ini gamang memikirkan bagaimana dirinya memasuki dunia kerja. Namun, perasaan itu tidak berlangsung lama. Berawal dari keaktifannya bergabung di forum ikatan alumni (IA) ITB, Ia pun kini telah bekerja di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang teknologi kimia sesuai jurusannya. "Salah seorang alumni mengajak saya bergabung di sana," jelas Sari kala dihubungi via telepon seluler, Rabu (6/4).
Memang, salah satu program kerja IA-ITB adalah mengusahakan lapangan pekerjaan untuk alumni baik melalui informasi yang update atau dengan menjalin link ke perusahaan tertentu. Tak hanya itu, seperti yang dilansir dari website IA-ITB, 26 Maret lalu IA-ITB telah berhasil mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) di Medan. Rapat ini memang rutin diadakan per tahunnya untuk membahas isu-isu terhangat yang terjadi di Indonesia. "Di samping itu, juga untuk mengumpulkan laporan kegiatan IA jurusan dan wilayah," jelas Abdul Hadi S.Si, alumni ITB angkatan 1988.
Hasil Rakernas program kerja IA ITB dibagi menjadi dua skema yaitu internal ke kampus ITB dan eksternal ke masyarakat umum. Program internal di antaranya hibah rutin dana riset Rp1,2 miliar setiap tahun untuk penelitian para dosen ITB, hibah dana penulisan buku, dan pemberian beasiswa bagi mahasiswa ITB yang berasal dari ekonomi lemah. Di sini, IA-ITB rutin menggelar seminar dan diskusi serta memberikan Technopreneur Award, yaitu ajang penghargaan bagi perusahaan bisnis yang berbasis teknologi. Tak tanggung-tanggung, IA-ITB juga memberikan modal awal bagi para alumni yang berencana membuka usaha dan menjajaki kemungkinan menjadi entrepreneur. Para alumni ITB juga digembleng dalam berbagai pelatihan rutin untuk meningkatkan potensi dan kompetensi mereka. Pelatihan itu di antaranya Self Insight Awareness (Siaware) dan Career Management Training (CMT). "Intinya, program kerja dibagi 5 bagian besar yakni organisasi, hubungan almamater, pelayanan dan hubungan alumni, bisnis dan teknopreneur serta kemitraan," terang Hadi lagi.
Tak jauh beda dengan ikatan alumni Universitas Indonesia (UI). Seperti dilansir dari website Iluni-UI, ia sudah berhasil merampungkan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan empat bagian besar. Bagian ini yaitu konsolidasi organisasi, pengembangan jaringan profesi dan peningkatan kompetensi, pengembangan kerja sama dengan almamater, serta pengembangan peran alumni pada pengabdian masyarakat. Untuk menjaring dan mengumpulkan alumni, forum alumni dan jejaring sosial hadir sebagai wahana interaksi alumni. "Kita bisa belajar banyak dari alumni serta bertukar gagasan antar alumni melalui forum itu," aku Rahadia Utami S. Kom, alumni UI angkatan 2007, Senin (28/3).
Lantas bagaimana pula dengan pergerakan Iluni UNP? Kedua ikatan alumni ini memang membuat iri. "Iluni hendaknya dapat belajar dari mereka khususnya dalam menggiring alumni memasuki dunia kerja," harap Ade, alumni UNP angkatan 2006, Rabu (6/4). Seperti diakui sekretaris Iluni, Drs. Ganefri, M. Pd., IA-ITB dan UI tergolong sukses. Alumni mereka sangat membantu universitas. "Malahan alumni memberikan beasiswa pada mahasiswanya." Sebenarnya ada keinginan demikian, namun seperti penjelasan sebelumnya, Iluni UNP terkendala dengan komunikasi antar alumni itu sendiri.
Terkait penjaringan alumni memasuki dunia kerja, Ganefri menjelaskan Iluni UNP sudah mulai melakukan link ke berbagai perusahaan. Salah satunya adalah Basko. "Jadi, bagi mahasiswa UNP yang ingin praktik di sana akan sangat mudah." Di tempat terpisah, ketua Iluni UNP, Drs. H. Fauzi Bahar, M.Si., menjelaskan usaha pengadaan kerja sama ke perusahaan saat ini dalam tahap perintisan. "Kita masih sedang melangkah ke sana," tutupnya.
PR I UNP : Iluni Kita Masih Jauh Tertinggal
Berdasarkan data yang dihimpun dari Biro Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, jumlah sarjana yang menganggur pada tahun 2007, 2008 dan 2009 adalah 245 ribu, 348 ribu dan 365 ribu orang. "Universitas mana yang lulusannya ada yang tidak menganggur?" ungkap Pembantu Rektor I, Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram, Rabu (23/3). Menurutnya lulusan UNP saat ini sudah berkualitas. "Faktanya, banyak lulusan UNP yang sebelum lulus sudah dinanti lapangan pekerjaan," ujarnya Rabu (23/3).
Sejauh ini, tambah Yanuar, UNP sudah berusaha meningkatkan kualitas. Misalnya saja sebelum membuka program studi, UNP sudah melakukan studi kelayakan dalam hal daya saing di dunia kerja. "UNP tidak sembarang saja membuka jurusan atau program studi." Hanya saja mahasiswa kurang memiliki softskill dan kreatifitas. Dunia kerja tidak hanya menuntut kemampuan akademis saja. Kebanyakan mahasiswa gengsi untuk memulai dari bawah. "Contohnya saja, saat pembukaan hotel baru di Padang, pekerjanya kebanyakan dari pulau Jawa semua."
Tak hanya itu, menurut Yanuar, Iluni diharapkan lebih membantu dalam mencari peluang serta informasi mengenai pekerjaan. Sayangnya, hal ini belum berjalan dengan baik. "Dibandingkan IA-ITB dan UI, kita tertinggal jauh, butuh banyak perbaikan baik di sistem maupun infrastruktur."
Iluni Masih Sebatas Kelompok
Masih banyaknya alumni UNP yang menganggur dikarenakan kurangnya dalam memanfaatkan informasi yang ada. Kebanyakan dari mereka hanya menunggu informasi. Seharusnya mahasiswa harus berupaya mencari informasi sebanyak mungkin. Dan juga, kurangnya kontribusi Iluni yang seharusnya bertindak sebagai mediator hal tersebut. Lebih lengkapnya, simak hasil wawancara reporter Ganto Diana Besni dengan pakar pendidikan Prof. Dr. Gusril, M.Pd, Kamis (24/3).
Sejauh mana peran Iluni dalam mengusahakan lapangan pekerjaan untuk wisudawan?
Iluni belum tampak kontribusinya terhadap lulusan. Hal ini dikarenakan, Iluni sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing sehingga tanggung jawab yang diembankan pada mereka terabaikan begitu saja. Seharusnya Iluni dapat membangun link dengan lembaga atau perusahaaan yang mana nantinya dapat membantu lulusan UNP mencari kerja. Misalnya Iluni Unand yang sudah mulai terlihat konstribusinya dalam menarik lulusan ke perusahaan yang sudah menjadi mitra. Iluni UNP sekarang baru sekedar kelompok-kelompok saja. Tanggung jawab yang diembankan untuk mencarikan peluang, sumbangsih, pemecahan masalah terhadap banyaknya lulusan yang menganggur belum terlihat sama sekali.
Seberapa besar peran Iluni dalam kesuksesan/keberhasilan lulusan?
Sangat besar, namun kita tidak dapat memberikan penilaian sudah sebesar apa karena sekarang Iluni memang belum memberikan pengaruh yang terlalu besar. Ada beberapa kendala yang mungkin menjadikan Iluni kurang gerak yaitu Iluni yang belum mempunyai kantor. Seperti yang dikatakan tadi, Iluni hanya sebatas kelompok-kelompok saja
Bagaimana Iluni UNP seharusnya?
Semua komponen harus terlibat baik itu anggota Iluni atau pihak UNP sendiri. Tanggung jawab yang diembankan benar-benar dijalankan. Selama ini banyak program yang dicanangkan Iluni namun tidak ada yang jalan. Sebaiknya program yang dirancang memang harus dilihat apakah memungkinkan atau tidak. Program-program harus tersusun dan terencana dengan baik. Kemudian untuk para lulusan jangan hanya menunggu, gunakan kesempatan yang ada walaupun sekedar menjadi honor atau guru les biasa. Karena untuk mencapai kesuksesan kita harus mulai dari bawah.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!