Pasca kebakaran yang menyebabkan hangusnya beberapa bangunan FIP, ada kelukaan yang ditinggalkan. Meskipun begitu, saatnya FIP bangkit dan berbenah.
Seminggu pasca kebakaran, asap-asap kecil masih menguap dari sisa-sisa kebakaran yang telah menghanguskan hampir seluruh gedung lama FIP pada malam yang diguyur hujan itu. Beberapa orang masih terlihat membersihkan puing-puing bangunan yang kini menjadi saksi bisu kebakaran FIP. Sederet gedung mulai dari perpustakaan FIP, beberapa sekretariat HMJ, Laboratorium Komputer FIP dan Ruang Tata Usaha FIP hanya menyisakan abu-abu dan arang-arang kayu. Sedangkan, beberapa gedung lainnya meskipun masih berdiri tegak, tapi sudah tak layak pakai lagi.
FIP mengalami kerugian yang tidak sedikit. Sebut saja Perpustakaan FIP, tidak ada satu barangpun yang bisa diselamatkan. Sekitar 8000 koleksi buku rererensi, 2000 eksemplar skripsi, majalah, koran beserta alat-alat lainnya, seperti; meja, kursi dan perangkat komputer habis dilahap api. "Tidak ada yang tersisa," ujar Pegawai Perpustakaan FIP, Sustimar, Senin (5/12). Tapi, Sustimar tidak bisa mengkalkulasikan kerugian dalam nominal rupiah. "Saya tidak tahu kalau dalam rupiah," katanya.
Kini, Ruang Perpustakaan FIP untuk sementara waktu dipindahkan ke Sekretariat Badan Permusyawaratan Mahasiswa FIP. "Tidak ada pilihan lain," ungkap Sustimar. Sedangkan sebagai langkah awal, mengoleksi ulang buku-buku referensi, pegawai Perpustakaan FIP mulai menerima sumbangan skripsi dari jurusan-jurusan selingkungan FIP dan menghimpun kembali buku-buku yang tengah dipinjam mahasiswa ketika kebakaran terjadi. "Bantuan dari luar masih dalam tahap rencana," tambahnya.
Ruang Tata Usaha FIP juga mengalami nasib yang tak jauh berbeda. "Beberapa dokumen penting habis terbakar," ungkap Kepala Bagian TU FIP, Armisah. Dokumen penting itu berupaarsip dosen dan arsip-arsip fakultas lainnya. Ia mengaku kerepotan mendata ulang arsip-arsip yang banyak hilang.
Tetapi, pegawai TU telah melakukan pembenahan secepatnya dengan memindahkan ruang kerja ke lobi ruangan dekanat. "Walaupun masih berupa petak-petak kecil, namun kinerja diharapkan masih berjalan baik," tegasnya. Untuk menangani dokumen-dokumen yang hilang, pihak FIP sudah mulai mengumpulkan data dan mendata ulang arsip-arsip yang hilang tersebut. Arsip-arsip dosen misalnya, ditanggulangi dengan meminta para dosen agar menyerahkan fotokopi dokumennya pada pihak TU berhubung dokumen asli ada pada si dosen yang bersangkutan.
Sementara itu, kerugian yang diderita akibat terbakarnya Laboratirium Komputer FIP mencapai puluhan jutaan rupiah. "Ada 50 unit komputer di dalamnya," jelas Armisah.
Tidak jauh berbeda, pihak jurusan Bimbingan dan Konseling juga mengalami kerugian dengan hilangnya dokumen-dokumen penting. Ketua Jurusan BK, Daharlismenjelaskan jurusan BK kehilangan skripsi mahasiswa,arsip ijazah alumni serta SK dosen. Kemudian, ia juga menjelaskan akan kehilangan bahan ajar tes psikologis yang tidak tersisa satupun.
Penanganan serupa juga dilakukan oleh pihak jurusan BK. Daharlis mengatakan untuk bagian pustaka saat ini sedang mencari ruangan baru.Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan buku-buku maka setiap jurusan di wajibkan untuk menyumbangkan buku-buku yang ada dijurusannya. "Buku yang disumbangkan bisa berupa skripsi, dan buku-buku lain," ujarnya. Selanjutnya untuk bagian HMJ BK, tidak dapat dipungkiri untuk sementara waktu kinerjanya terhambat berhubung tidak ada sekretariat untuk mereka bekerja. Kemudian, mengenai perkuliahan secara umum pada saat ini sudah mulai berjalan lancar. Hari libur hanya satu hari pasca kebakaran itu saja. "Seperti yang kita tahu ruang pekuliahan tidak terbakar" tegasnya. Selain itu,dokumen-dokumen yang hilang seperti bahan ajar tes psikologis yang tak ada tersisa ditangani dengan memperbanyaknya dengan menggunakan softcopy yang ada.
Melihat kondisi FIP pasca kebakaran, Rektor UNP, Prof. Dr. Z.Mawardi Effendi, M.Pd.Kons berharap perkuliahan tetap berjalan sebagaimana biasanya. "Karena yang terbakar bukan gedung perkuliahan", tegasnya. Ia juga menyarankan sekiranya lokal untuk kuliah tidak cukup, mahasiswa bisa menggunakan kelas di depan BAAK itu. Selain itu, ia mengatakan kebutuhan mahasiswa FIP akan pustaka saat ini ditanggulangi dengan keberadaan pustaka pusat.
Lebih lanjut, untuk menangani kerugian kebakaran, Rektor UNP mengaku akan melaporkan semuanya kepada Direktur Jendral Pendidikan Tinggi. "Mengenai perpustakaan dan laborkomputer akan kami ganti. InsyaAllah awal tahun besok semuanya sudah terealisasi", tutupnya.
Laporan: Meri*/Dedi/Afdal
Simpang Siur Biang Kebakaran
Berbagai macam spekulasi bermunculan dari berbagai pihak, terkait biang kebakaran FIP. Alhasil, "Arus pendek" mendominasi spekulasi tersebut.
Saat kebakaran sedang berlangsung, merebak kabar-kabar yang tak jelas seputar penyebab kebakaran. Isu yang berkembang mengindikasikan dua versi berbeda yang sama-sama belum bisa dipastikan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pemadam Kebakaran Sumatera Barat ketika diwawancarai malam kebakaran terjadi. Menurut kabar yang Ia dengar, penyebab kebakaran dikarenakan tukang bangunan tengah memasak dan ceroboh meninggalkan api yang menyala. Tetapi, ada pula info lain yang mengatakan api berasal dari ledakan arus pendek listrik dari sebuah ruangan di Gedung FIP. "Kita belum tahu pasti, mana yang betul," katanya, Kamis (17/11).
Kabar yang simpang siur ini juga membingungkan mahasiswa untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya. Mereka mendapatkan informasi yang bermacam-macam mengenai penyebab kebakaran di malam naas itu. Lia Pusvita, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) TM 2006 misalnya. Ia mengaku mendengar ketidakjelasan kabar penyebab kebakaran itu dari berbagai sumber. Soal tukang dan arus pendek dari salah satu ruangan di Gedung FIP, juga telah ia dengar. Bahkan Ia mendapatkan keterangan darimana ruangan asal muasal ledakan arus pendek itu bermula. Ada yang mengemukakan, arus pendek berasal dari perpustakaan. "Tapi ada juga yang mengatakan arus pendek berasal dari ruangan BK," ungkap Lia, Senin (5/12). Namun, ia tidak memungkiri kemungkinan-kemungkinan buruk itu bisa terjadi. "Bisa saja ada kabel yang terkelupas dan terkena air akhirnya terjadi arus pendek dan konslet." Lanjutnya.
Belum ada yang tahu pasti hingga kini, apa penyebab utama terjadi kebakaran yang menghanguskan hampir semua gedung lama FIP itu. Ketika dikonfirmasikan kepada Pembantu Dekan II FIP, Prof. Dr. Taufik, M.Pd.Kons, ia mengatakan semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini, penyebab kebakaran bangunan FIP adalah dari arus pendek yang berasal dari perpustakaan. Namun, Ia menapikkan kabar yang beredar bahwasanya arus pendek atau konslet berasal dari air conditioner (AC) yang ada di perpustakaan. " AC saja mati pada malam hari", tegasnya, Kamis (08/12).
Arus pendek tak lain disebabkan oleh tidak bagusnya kondisi instalasi listrik yang terdapat pada bangunan pustaka. Ia mengeluhkan kondisi instalasi listrik yang sudah lama dan sampai saat ini belum ada diperbaiki. Hal ini dikarenakan bangunan-bangunan lama seperti perpustakaan akan dibongkar dalam waktu dekat. "Kalau tidak ada halangan, tahun 2012 kita akan membangun gedung baru",ujarnya. Ditambah lagi, kemampuan instalasi listrik yang ada tidak sebanding dengan pemakaian arus listrik saat ini.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!