Hujan sudah mengguyur sejak senja. Tapi, siapa sangka beberapa bangunan di Fakultas Ilmu Pendidikan terbakar malam itu.
Ketua Jurusan Bimbingan Konseling (BK) FIP, Dr. Daharlis, M.Pd.Kons baru saja tiba di rumahnya saat mendapat panggilan melalui telepon seluler dari Pembantu Rektor III UNP, Drs. Alizamar, M.Pd.Kons, Kamis (17/11) pukul 22.30 WIB. Ia kaget ketika Alizamar bertanya tentang keadaan yang terjadi di Fakultas karena Ia tidak mengetahui apa-apa. Lantas, Ia menghubungi Pembantu Dekan II FIP, Drs. Taufik, M.Pd.Kons. untuk mengkonfirmasi keadaan yang sebenarnya terjadi. Bergegas, ia kembali ke kampus setelah mengetahui FIP kebakaran.
Daharlis mengatakan api terlihat mulai berkobar di Perpustakaan FIP pukul 22.46 WIB. Itu terekam pada kamera CCTV yang dipasang di dekat kantor jurusan BK. Sedangkan awal mula titik api, kata Daharlis, belum bisa dipastikan. "Yang saya tahu, pukul 22.00 WIB, beberapa pegawai Tata Usaha FIP masih bekerja," ujarnya, Kamis (1/12).
Sementara itu, beberapa mahasiswa yang tengah berada di Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), sesaat sebelum kebakaran mendengar ledakan dari Gedung FIP. Mukhlis, anggota Unit Kegiatan Pramuka tengah berada di Sekretariat Gugus Depan Pramuka tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan besar yang berasal dari salah satu bangunan di dekat PKM. "Lalu, saya mendengar ada orang yang meneriakkan kebakaran," ujarnya mengenang kejadian malam itu, Kamis (1/12). Menurutnya, orang itu adalah tukang yang sedang bekerja membangun gedung FIP. Ia berlari keluar bersama rekan-rekan sesama anggota Pramuka karena penasaran dengan bunyi ledakan tersebut. Anggota dari Unit Kegiatan lainnya juga ikut berlompatan keluar. Ternyata, api telah berkobar di dalam areal Gedung FIP. Mereka mendobrak pintu seng yang memagar gedung FIP yang sedang dibangun dan menerobos masuk untuk memastikan keadaan. "Saya langsung menelpon Basarnas cabang Padang," katanya.
Di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP, Heru Afriyan, Anggota BEM UNP melihat cahaya terang dari Perpustakaan FIP melalui jendela. Ia juga melihat beberapa orang pekerja bangunan Gedung FIP berlari ke arah Sekretariat BEM sambil membawa barang-barang, seperti kasur. Mengetahui Gedung FIP terbakar, Ia bersama anggota BEM UNP lainnya, juga seorang wartawan ikut membantu memadamkan api. Sumber air berasal dari genangan yang bercampur lumpur di jalan yang memisahkan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Gedung FIP. "Meski seadanya, tapi usaha yang kami lakukan cukup efektif," tegas Heru, Senin (5/12). Contohnya, tambah Heru, kantin yang berada di sebelah Sekretariat Himpunan Mahasiswa Jurusan Teknologi Pendidikan bisa terselamatkan.
Api terus berkobar. Orang-orang banyak yang datang. Ada yang turun tangan langsung untuk menolong memadamkan api dengan peralatan seadanya, seperti menggunakan ember. Bahkan adapula yang sampai masuk ke dalam ruangan untuk menyiram api yang menjalar-jalar di ruangan. Tetapi, tak sedikit yang menonton saja. "Ketika pemadam kebakaran datang, sempat terjadi kemacetan karena keramaian," ujarnya. Pemadam kebakaran datang setengah jam setelah dihubungi oleh Satpam FIP dan beberapa orang lainnya. Selain itu, Tim SARS dan beberapa petinggi kampus juga hadir menyaksikan langsung kebakaran yang menghabiskan hampir sebagian Gedung lama FIP. Menurut Heru, malam itu, ada 3 unitmobil kebakaran yang datang untuk mematikan api. Dua unit bertugas di bagian depan gedung dan sisanya di bagian belakang.
Beberapa saat awal, lampu di sekitar lokasi kebakaran masih menyala. "Kemudian terjadi hujan api," kata Heru. Untuk selanjutnya, lampu dipadamkan dan dihidupkan kembali setelah api benar-benar bisa dipadamkan satu setengah jam kemudian.
Laporan: Meri*/Dedi/Afdal
Faeza*, Jefri*, Nunung*, Rita*
Simpang Siur Biang Kebakaran
Berbagai macam spekulasi bermunculan dari berbagai pihak, terkait biang kebakaran FIP. Alhasil, "Arus pendek" mendominasi spekulasi tersebut.
Saat kebakaran sedang berlangsung, merebak kabar-kabar yang tak jelas seputar penyebab kebakaran. Isu yang berkembang mengindikasikan dua versi berbeda yang sama-sama belum bisa dipastikan. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Pemadam Kebakaran Sumatera Barat ketika diwawancarai malam kebakaran terjadi. Menurut kabar yang Ia dengar, penyebab kebakaran dikarenakan tukang bangunan tengah memasak dan ceroboh meninggalkan api yang menyala. Tetapi, ada pula info lain yang mengatakan api berasal dari ledakan arus pendek listrik dari sebuah ruangan di Gedung FIP. "Kita belum tahu pasti, mana yang betul," katanya, Kamis (17/11).
Kabar yang simpang siur ini juga membingungkan mahasiswa untuk mengetahui penyebab yang sebenarnya. Mereka mendapatkan informasi yang bermacam-macam mengenai penyebab kebakaran di malam naas itu. Lia Pusvita, Mahasiswa Bimbingan dan Konseling (BK) TM 2006 misalnya. Ia mengaku mendengar ketidakjelasan kabar penyebab kebakaran itu dari berbagai sumber. Soal tukang dan arus pendek dari salah satu ruangan di Gedung FIP, juga telah ia dengar. Bahkan Ia mendapatkan keterangan darimana ruangan asal muasal ledakan arus pendek itu bermula. Ada yang mengemukakan, arus pendek berasal dari perpustakaan. "Tapi ada juga yang mengatakan arus pendek berasal dari ruangan BK," ungkap Lia, Senin (5/12). Namun, ia tidak memungkiri kemungkinan-kemungkinan buruk itu bisa terjadi. "Bisa saja ada kabel yang terkelupas dan terkena air akhirnya terjadi arus pendek dan konslet." Lanjutnya.
Belum ada yang tahu pasti hingga kini, apa penyebab utama terjadi kebakaran yang menghanguskan hampir semua gedung lama FIP itu. Ketika dikonfirmasikan kepada Pembantu Dekan II FIP, Prof. Dr. Taufik, M.Pd.Kons, ia mengatakan semuanya masih dalam tahap penyelidikan. Sejauh ini, penyebab kebakaran bangunan FIP adalah dari arus pendek yang berasal dari perpustakaan. Namun, Ia menapikkan kabar yang beredar bahwasanya arus pendek atau konslet berasal dari air conditioner (AC) yang ada di perpustakaan. " AC saja mati pada malam hari", tegasnya, Kamis (08/12).
Arus pendek tak lain disebabkan oleh tidak bagusnya kondisi instalasi listrik yang terdapat pada bangunan pustaka. Ia mengeluhkan kondisi instalasi listrik yang sudah lama dan sampai saat ini belum ada diperbaiki. Hal ini dikarenakan bangunan-bangunan lama seperti perpustakaan akan dibongkar dalam waktu dekat. "Kalau tidak ada halangan, tahun 2012 kita akan membangun gedung baru",ujarnya. Ditambah lagi, kemampuan instalasi listrik yang ada tidak sebanding dengan pemakaian arus listrik saat ini.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!