Resensi

Mengutip Pesan Dari Casper

📅 Selasa, 15 Mei 2012 23:42 WIB • 👁 2.917 Pembaca

Judul Buku : Casper, Si Kucing Lucu Penumpang Bus

Penulis : Susan Finden

Penerbit : Serambi Alam Semesta

Tebal : 303 Halaman

Terbitan : September 2011

Resensiator : Hasduni

Hidup memang sangat singkat, namun dalam waktu yang singkat itu rupanya setiap makhluk telah banyak saling mempengaruhi. Secara sadar atau tidak, baik manusia atau hewan sering memberikan pengaruh. Di tengah kerasnya hidup, Casper, seekor kucing rupanya mampu memberikan pengaruh hebat terhadap kelangsungan hidup orang-orang yang ada di sekitarnya. Casper mampu melembutkan hati banyak orang dan membuat orang mengeluarkan kebaikan mereka bagi dunia.

Casper adalah nama seekor kucing peliharaan Susan Finden. Susan merupakan seorang pencinta kucing sedari kecil. Ia memelihara kucing bukan hanya semata-mata menilai bahwa kucing adalah hewan lucu atau hewan yang dapat menghibur, tapi dapat dikatakan ada sebuah misi mulia yang ia emban. Latar belakang Susan dalam merawat kaum lansia dan orang dewasa dengan ketidakmampuan belajar membuatnya ingin memelihara kucing tua atau yang penyakitan. Hal ini karena Susan ingin mencurahi mereka, para kucing peliharaannya dengan kenyamanan dan kasih sayang.

Awalnya Casper hanyalah kucing tua yang berada di rumah penampungan kucing. Pada saat masih di rumah penampungan, nama kucing bandel ini adalah Morse. Namun ketika Susan mengadopsinya, Susan menyadari bahwa Morse adalah kucing yang suka menghilang dan tergolong kucing yang tidak suka bermain dengan teman-teman sesama kucing lainnya. Akhirnya Susan mengganti namanya dengan Casper, yang berarti ‘hantu cilik’. Selain suka menghilang, nama tersebut dirasa cocok karena warna kucing tersebut hitam putih. Sejak itu, Casper menjadi kucing kesayangan Susan. Susan menguraikan secara detail sifat-sifat unik Casper, yang di antaranya tak suka dikekang, dan suka berkelana.

Casper memiliki kesukaan berkeliaran keliling kota dengan bus. Dari kesukaannya menumpang bus inilah, Casper menjadi terkenal di kota Plymouth bahkan dunia. Casper dengan sopan mengantre di belakang penumpang lain di halte bus, kemudian melenggang masuk ke dalam bus. Di dalam bus Casper tetap menjalin hubungan baik dengan para penumpang, karena tidak ada satu pun penumpang yang merasa terganggu. Bahkan Casper dipersilahkan meringkuk di kursi dengan tenang. Casper biasanya selalu meringkuk di kursi bagian belakang. Tidak ada yang tahu, kenapa harus di belakang.

Semua berlanjut ketika Susan menuliskan surat ucapan terima kasih kepada perusahaan First– perusahaan bus yang menjadi kendaraan sehari-hari Casper. Beberapa hari kemudian datang seorang wartawan yang hendak mewawancarai Susan mengenai kebiasaan unik Casper. Kisah pertama Casper diulas secara khusus di Plymouth Herald, koran lokal kota Plymouth. Tidak butuh waktu lama, kisah ini menjadi hal menarik untuk diburu oleh para awak media yang ada di Inggris. Bahkan akhirnya seluruh dunia ikut memungut kisah Casper, sebut saja: situs web BBC, Daily Telegraph dan Daily Mail.

Akhirnya, pada suatu pagi kabar buruk itu datang. Kabar mengenai saat-saat dimana Casper harus mengakhiri "jejak"nya di muka bumi. Ia menutup pesan-pesan bagi orang-orang di sekelilingnya. Hidup seekor kucing memang sangat singkat, namun dalam waktu yang singkat itu rupanya Casper telah banyak memberikan pesan kepada manusia.

Dalam buku ini jelas sekali Susan Finden mengajak semua orang untuk mencintai hewan berbulu itu. Susan beranggapan kucing bukan sekedar hewan peliharaan saja, namun kucing mengulurkan persahabatan yang bisa mengubah suasana hati dan menghangatkan perasaan. Buku ini juga merupakan buku yang mengharukan. Terlihat ketika Casper mati pada awal 2010, sejumlah pesan bernada simpati mengalir dari seluruh dunia. Dari sini menunjukkan Casper dan kisahnya telah menyentuh hidup banyak orang.

"Hargailah apa yang kau miliki,raihlah cinta di mana kau menemukannya dan selalu luangkanlah waktumu walau sejenak untuk mengagumi seekor kucing yang cantik ketika ia berlalu di hadapanmu. Karena, siapa tahu, kucing itu memiliki sesuatu untuk diajarkan kepadamu..."(hal. 299)

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Hasduni (Mahasiswa Teknik Pertambangan-UNP)
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.