Judul buku : Lonceng Cinta Di Sekolah Guru
Penulis : Khairul Jasmi
Tebal : 352 halaman
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Petama, Maret 2012
Perkara cinta ternyata hampir tidak pernah berubah dari tahun ke tahun, bahkan walaupun kisah cinta itu terjadi pada tahun 1980-an di sebuah Sekolah Pendidikan Guru (SPG), di Padang Panjang yang terkenal dengan kesolidan adat dan Serambi Mekah-nya. Cerita cinta yang dibalut dengan masalah klasik; soal duit. Nurus -tokoh utama dalam novel terpaksa memilih sekolah ini lantaran tidak ada biaya untuk masuk ke sekolah yang diinginkan. Untungnya, di sekolah ini pula-lah ia bertemu dengan Zeta, bidadari pujaan hati. Di sana, Nurus berhadapan dengan berbagai polemik dan romantika dunia percintaan.
Sekolah Pendidikan Guru (SPG) merupakan sekolah yang akan mencetak tenaga pendidik Sekolah dasar. Pada tahun 1960 di Padang Panjang Sumatera Barat terdapat SPG yang akan melahirkan calon-calon guru yang mandiri, serta menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Novel ini berlatar di SPG Padang Panjang. Pada tahun 1960an SPG tidak begitu dilirik oleh masyarakat ataupun siswa. Bagi masyarakat pada saat itu, SPG adalah pilihan yang terbaik bagi masyarakat yang tidak mampu menyekolahkan anaknya. Itu bukan bearti sekolah di SPG tidak butuh biaya. Sekolah SPG pun juga perlu mengeluarkan dana yang tidak sedikit. Namun begitulah yang terjadi pada tahun 1960an. SPG merupakan pilihan satu-satunya bagi masyarakat kurang mampu.
Novel ini banyak mengangkat sisi lain dari calon pendidik generasi penerus bangsa di SPG yang berupa masalah gejolak jiwa remaja yang dimabuk asmara. Novel yang berlatar di Padang Panjang Sumatera Barat ini juga memaparkan bagaimana pendidikan guru SPG pada decade ‘60’an selain itu juga mengungkap ironi ketidakmerataan pembangunan di sumatera barat pada decade ‘60’an serta perjuangan anak-anak minang menapaki zaman ‘generasi intelektual’ yang pernah gagal dicapai orangtua mereka.
Novel ini sangat bagus untuk dibaca oleh calon pendidik, khususnya guru SD. Membacanya membuat kita mempelajari kembali pendidikan yang ada di sumatera Barat pada tahun 1960. Selain itu, deskripsi tentang daerah-daerah pada tahun 1960 an sangat terlihat. Sehingga membuat kita kaya akan sejarah sumatera barat itu sendiri. Jika di perhatikan lagi, terdapat perbedaan anggapan tentang profesi sebagai guru SD.
Jika pada zaman dahulu, profesi guru SD dianggap sebelah mata dan rendah. Namun itu sangat kontras dengan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di pendidikan sekolah dasar pada saat sekarang ini. Jika saat ini banyak yang bersemangat menyekolahkan anaknya di sekolah keguruan. Apalagi Pendidikan sekolah dasar.
Selain itu, novel ini juga bisa dijadikan arsip sejarah tentang bagiamana keadaan masyarakat pada tahun 1960an. Novel Loncemg Cinta Di Sekolah guru ini mengandung nilai-nilai pendidikan. Bagaimana seorang pendidik itu seharusnya mengajar. Dalam novel ini juga di berikan pelajaran bagaiamana seharusnya sikap seorang guru dalam mengajar atau menjadi guru.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!