"Pemerintah Provinsi Sumatera Barat Badan Perpustakaan dan Kearsipan", begitulah bagian tulisan besar yang terdapat pada papan nama tersebut. Tulisan tersebut sebagian tertutup oleh rimbunan dedaunan pepohonan yang tumbuh di pinggiran jalan. Gedung berlantai dua ini dilingkupi pagar bercat hijau disekelilingnya. Pada pekarangan gedung yang sebagian dindingnya sudah ditumbuhi lumut terpakir dua buah mobil bertuliskan "Perpustakaan Keliling". Nampak pula sebuah tiang bendera putih gagah berdiri di tengah halaman mengisyaratkan bahwa ini merupakan gedung penting milik pemerintahan.
Bangunan ini merupakan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat. Perpustakaan ini ditempatkan di Jalan Asahan No. 3 Komplek GOR H. Agus Salim. Sebelumnya perpustakaan ini telah mengalami perpindahan tempat akibat gempa yang melanda Padang pada tahun 2009 yang lalu. Gedung ini semula berada di Jalan Diponegoro. Kemudian dipindahkan ke daerah Tabing tahun 2010. Lokasi yang kurang strategis memicu Gubernur Sumatera Barat meminta untuk memindahkannya lagi ke tempat yang lebih diketahui masyarakat umum. Pada akhirnya pilihan itu jatuh pada bangunan kontrakan di Komplek GOR H. Agus Salim ini. "Di daerah Tabing bangunannya luas, tapi disana sepi pengunjung. Tempat yang terdekat saat itu cuma UNP saja," ungkap Yulimasul, S.C pengurus pustaka bagian Kasubbid Layanan Ekstensi dan Promosi Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat pada Sabtu 27 April lalu.
Yulimasul melanjutkan lokasi perpustakaan saat ini lebih baik dari lokasi sebelumnya. Walaupun sebenarnya masih kurang strategis. Rata-rata pengunjung perpustakaan ini kurang lebih berjumlah 200-300 orang per hari, 70% diantaranya merupakan mahasiswa. Biasanya pada hari Sabtu dan Minggu pengunjung lebih banyak. Setelah gempa, jumlah ini jauh lebih baik dibandingkan jumlah pengunjung yang berada Tabing. Tapi pada saat sepi, jumlah pengunjung berkurang menjadi 100 orang per hari. "Mahasiswa ini berkunjung karena ada tugas," ujarnya. Yulimasul menambahkan jika musim-musim ujian, pengunjung perpustakaan meningkat, tapi jika libur perpustakaan ini sepi. Untuk jadwal pelayanan perpustakaan sendiri dibuka setiap hari Senin-Kamis mulai pukul 08.00-16.00 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 09.00-14.00 WIB.
Bangunan lantai dua ini memiliki beberapa bentuk layanan, seperti pelayanan terbuka dan tertutup. Layanan terbuka merupakan layanan dimana pengunjung dapat langsung masuk seperti pada ruang anak, ruang remaja, dan dewasa. Layanan tertutup merupakan layanan dimana pengunjung harus memenuhi prosedur-prosedur tertentu untuk dapat masuk ke ruangan tersebut seperti ruang deposit, ruang referensi yang berisi buku-buku langka dan lain-lain sebagainya.
Selain itu ada pelayanan umum atau menetap dan layanan Perpustakaan Keliling. Pelayanan umum atau menetap ini merupakan pelayanan pada gedung perpustakaan. Selanjutnya pelayanan Perpustakaan Keliling ini merupakan pelayanan menggunakan mobil membawa buku-buku. Berkeliling ke setiap kabupaten dan kota yang mengadakan kerja sama. "Saat ini pelayanan perpustakaan keliling terdiri dari 9 kabupaten kota di Sumatera Barat termasuk Kota Padang," jelasnya.
Tata cara pendaftaran untuk menjadi anggota perpustakaan hanya dengan mengisi formulir biodata yang telah disediakan. Lalu diharuskan membawa fotocopy Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), serta foto. Pendaftaran dilakukan tanpa dipungut biaya apapun. Untuk peminjaman 1 buku maksimal 14 hari dan peminjaman pun masih bisa diperpanjang. Setiap anggota pustaka wajib mengembalikan buku. Beberapa kasus yang pernah terjadi, petugas pustaka menjemput buku tersebut ke rumah yang bersangkutan. "Maka dari itu kami butuh ID card mereka, data kampus dan data tempat tinggal," ujar Yulimasul menegaskan.
Sampai akhir Desember 2012 lalu, jumlah anggota perpustakaan provinsi mencapai 27.500 orang untuk pelayanan perpustakaan keliling dan 57.737 orang untuk pelayanan menetap.
Pustaka ini memiliki keterbatasan tempat. "Masih banyak buku-buku yang tergeletak di gudang sampai saat ini," ungkapnya. Proses pembangunan perpustakaan baru di Jalan Diponegoro masih tetap dilakukan. Oktober ini perpustakaan direncanakan untuk dipindahkan ke tempat yang baru. "Saya berharap seluruh masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas perpustakaan ini," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!