Feature

Alek untuk Buyung Kagadang

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 26 Oktober 2013 21:42 WIB • 👁 7.200 Pembaca

Mengkaji adat di Kabupaten Tanah Datar ini, alek sunat rasul diselenggarakan secara meriah mulai dari baarak keliling kampung, hajatan di rumah orang tua si anak, sampai menggelar pentas kesenian tradisional seperti randai dan saluang.

Bendera panjang tiga warna disangga bambu yang ditancapkan ke tanah berkibar ditiup angin. Bendera itu berwarna merah, kuning dan hitam yang dikenal dengan sebutan Marawa. Marawa menjadi pertanda adanya pesta atau baralek di Minangkabau. Alek gadang di Minangkabau biasanya berupa acara-acara seperti pernikahan, pengangkatan penghulu, khatam Al-qur’an dan khusus di daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat terdapat satu acara yang penyelenggaraannya juga meriah. Yakni Alek sunat Rasul. Erijon, salah seorang warga Gantiang Singgalang Kecamatan X Koto Tanah Datar menggelar alek sunat rasul untuk anak laki-lakinya Sabtu, 7 september lalu.

Dalam agama Islam, Sunat Rasul atau khitan wajib dilaksanakan untuk semua anak laki-laki yang akan baligh dengan membaca dua kalimat syahadat lalu berkhitan. Terlepas dari hukum Islamnya, penyelenggaraan alek ini berkenaan dengan tradisi atau adat yang berlaku di daerah masing-masing. Sesuai pepatah adat: Lain padang lain ilalang, lain lubuak lain ikannyo. Ini berarti suatu tradisi di setiap nagari berbeda-beda termasuk dalam hal prosesi adat yang begaram.

Perayaan ale ksunat rasul di Kabupaten Tanah Datar ini diselenggarakan secara meriah mulai dari baarak keliling kampung, hajatan, sampai menggelar pentas kesenian tradisional seperti randai dan saluang. Sedikit mirip dengan pesta pernikahan, si anak turun dari rumah Bako-nya memakai pakaian adat dan diarak sampai rumah orangtuanya. Sampai di rumahnya, si anak duduk di pelaminan yang telah disediakan sambil menyambut para tamu undangan. Perhelatan ini berlangsung hingga malam hari. Esoknya si anak baru dikhitan dan dilanjutkan dengan pagelaran seni tradisional. Filosofinya, acara ini untuk menghibur orang kampung yang begadang menunggui sang anak karena biasanya anak yang baru dikhitan susah tidur karena kesakitan.

Besar kecilnya alek yang diselenggarakan sesuai dengan kemampuan ekonomi orang tua. Jika berasal dari keluarga kaya, sang anak bisa diarak keliling kampung seperti penobatan seorang bupati. Keluarga yang hidup sederhana setidaknya bisa menggelar pesta kecil dengan syukuran yang disebut mando’a. Selain itu, menurut adatnya pesta meriah untuk sunat rasul ini diutamakan untuk anak laki-laki pertama atau anak tunggal. Makna dari tradisi ini lebih karena kebiasaan yang turun temurun sebagai pembayar hutang orang tua pada anak mereka yang akan beranjak dewasa.

Budaya ini bisa dikaji dalam satu cabang ilmu sosial Antropologi. Kebudayaan yang memusat pada kebiasaan masyarakat ini menjadi acuan utama dalam memahami ilmu ini. Seperti disampaikan dosen Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Emrizal Amril tentang budaya yang diikat atas nama adat. "Jika tak dilaksanakan, hutang ke anak belum tuntas secara adat," ungkap Emrizal Kamis, (3/10).

Emrizal juga menerangkan aspek etik dan emik yang digunakan untuk mengkajibudayaini. Misalkan ketidakseragaman acara-acara atau perayaan di Minangkabau berdasarkan falsafah adat yang berlaku di daerah tersebut. Meski ritual ini masih dilaksanakan masyarakat, maknanya sudah banyak dilupakan. Sehingga pesta besar-besaranhanya sebagai pembuktian agar keluarga tidak malu pada orang kampung karena dianggap tidak mampu. Bahkan kajian antropologi yang berkembang saat ini lebih mengarah pada pengenalan untuk tradisi tiap daerah lebih pada kebiasaan yang berkembang di masyarakat.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Mardho Tilla
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.