"Tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri Cina." Bertolak dari pernyataan itulah kru SKK Ganto memberanikan diri menyebrangi lautan, mengunjungi pulau seberang.
Malam Yogyakarta menyambut rombongan Surat Kabar Kampus (SKK) Ganto. Hawa panas langsung menyengat kulit saat turun dari Bus 04 Universitas Negeri Padang (UNP). Temaram lampu jalanan menghiasi gelap malam. Suara gesekan roda koper dengan aspal jalanan menambah keributan dalam kesunyian malam, saat menuju Asrama Putra Merapi-Singgalang sebagai penampung kelelahan di tengah penat yang tak tertahankan.
Studi media adalah tujuan SKK Ganto mendatangi kota yang terkenal dengan sebutan kota pelajar ini. Mengunjungi berbagai Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) dan media lokal yang ada di sana. Bersilaturrahmi, sharing, dan berbagi informasi.
Embun pagi menghiasi perjalanan kru SKK Ganto saat menyusuri jalanan ibu kota menuju Badan Penerbitan Pers Mahasiswa Balairung Universitas Gadjah Mada sebagai tempat pertama yang dikunjungi. Rombongan di sambut hangat oleh Ajeng yang menjabat sebagai Pemimpin Umum (Pemum) Balairung. Di bawah pepohonan nan rindang diskusi pagi itu berjalan dengan alot.
Ekspresi, LPM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi tujuan selanjutnya. Pemum Ekspresi yang berbadan besar dan kerap dipanggil Odie mengatur jalannya diskusi dengan penuh semangat. Satu hal menarik yang bisa di ambil dari Ekspresi adalah pola diskusinya. Setiap kali diskusi, Ekspresi selalu beranjak dari permasalah-permasalahan yang terjadi, kemudian merekamerembukkan solusi dengan teori dan fakta yang ada. Pemberlakuan jam malam di UNY menghentikan diskusi malam itu.
Hujan gerimis mengiringi perjalanan rombongan SKK Ganto keesokan paginya. Bus yang setia menemani perjalanan ini mencoba membelah kemacetan Kota Yogyakarta menuju Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, mengunjungi LPM Arena. Esensi dan genre pemberitaan Arena berbeda dengan Balairung dan Ekpresi. Arena lebih mengacu kepada permasalahan kehidupan yang menjadikan rakyat sebagai icon dalam pemberitaannya. Misalnya masalah pertanian, buruh, dan tambang yang ada di Kota Yogyakarta.
Koran Harian Kedaulatan Rakyat (KR) menjadi media terakhir yang dikunjungi sebelum berangkat ke Jakarta. KR adalah Koran lokal Jogja yang berdiri sejak 65 tahun silam atau tepatnya pada 27 September 1945. Di sini, rombongan dibawa langsung ke ruangan percetakan dan diberikan penjelasan mengenai jalannya proses percetakan.
Setelah kunjungan ke berbagai LPM dan media lokal di Yogyakarta usai, keindahan Candi Prambanan dan Candi Borobudur serta keramaian Malioboro dan Alun-alun Kidul seolah menjadi hadiah kedua bagi kru SKK Ganto dalam perjalanan mencari ilmu ke tanah Yogya ini.
Perjalanan panjang nan menguras emosi ini tak hanya sekedar tentang sebuah perjajakan ilmu, tapi juga tentang pencarian makna. Makna sebuah pengalaman. Makna sebuah kebersamaan. Dan makna sebuah persahabatan. Ada kenangan. Ada cerita. Dan sebuah proses membuka mata, menemukan makna.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!