Feature

Hantu Vredeburg Peduli Jogja

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 17 Mei 2014 12:36 WIB • 👁 1.791 Pembaca

Mereka berkostum seram bukan untuk menakuti, tapi mengajak untuk peduli.

Hujan baru saja usai mengguyur kawasan Malioboro. Gelap malam mulai menjelang. Lampu-lampu jalan pun sudah dinyalakan. Pada reremangan cahaya lampu terbiaskan genangan sisa-sisa hujan. Sepintas kawasan tersebut tampak lengang hingga ke Titik Nol Km Yogyakarta. Tampaklah sekumpulan sosok serupa hantu bermukim di bawah Tropic Effect. Di sebelah mereka terdapat sebuah tong sampah yang telah dimodifikasi menyerupai batu nisan, dan tertulis "Hantu Vredeburg".

Adalah mereka: Komunitas Face Painting Jogja. Terdiri dari sekelompok orang yang berkostum layaknya hantu. Mereka adalah orang-orang yang peduli terhadap kebersihan lingkungan khususnya kawasan Malioboro. Bermodalkan tempat sampah berkonsep horor-unik, para hantu ini mengajak orang-orang yang lalu-lalang untuk membuang sampah pada tempatnya. Orang-orang juga diperbolehkan jika ingin berfoto dengan hantu-hantu ini. Kemudian meninggalkan uang seikhlasnya pada tempat sampah tadi.

Komunitas ini bermula pada Desember 2012 lalu. Berawal dari ketertarikan Sony Sapitri dan tiga orang temannya terhadap horor dan hobimereka dalam make over. Hingga saat ini, anggota Komunitas Face Painting berjumlah sembilan orang yang berasal dari berbagai kalangan. "Ada yang berprofesi sebagai dosen, mahasiswa, seniman, dan masih banyak lagi," terang Sony yang kala itu berkostum zombie.

Walaupun memiliki anggota yang berasal dari latar belakang berbeda, komunitas ini tak pernah membeda-bedakan anggotanya. Karena bagi mereka masing-masing anggota sudah seperti keluarga. Mereka juga melakukan pertemuan rutin sekali seminggu di daerah Taman Siswa. Mendiskusikan perlengkapan yang akan dibutuhkan, misalnya kostum dan tempat sampah. Me-refresh ide-ide baru, seperti mencoba karakter hantu baru, dan juga rancangan apa yang akan mereka lakukan kedepannya. "Kami akan terus berkarya dan berbagi dari hati," ujar Sony.

Hantu Vredeburg beraksi hampir setiap hari di tempat yang sama. Seusai magrib, mereka mulai menjalankan aksi hingga pukul sembilan atau sepuluh malam. Karakter hantu yang mereka gunakan biasanya bervariasi. Terkadang memakai hantu luar negeri, misalnya zombie, vampir, drakula, dan lainnya. Namun tak jarang juga karakter hantu dalam negeri, seperti suster ngesot, pocong, kuntilanak, atau sejenisnya.

Tidak hanya di Titik Nol. Komunitas ini kadang juga beraksi di tempat lain, seperti, di Jalan Abu Bakar Ali. Tentu saja, "penampakan" para hantu ini menjadi hal menarik bagi orang sekitar. Banyak orang berkunjung. Terutama saat liburan ataupun malam Minggu. Mereka bukan menakut-nakuti, tapi justru mengajak untuk peduli terhadap kebersihan. Dan memfasilitasi pengunjung yang tidak tahu di mana mereka harus membuang sampah.

Tak hanya itu, mereka juga sering diundang untuk menghadiri acara, seperti Halloween, Party Horror, dan Pra Wedding. Komunitas ini juga pernah menggelar acara bakti sosial bertajuk HantuBerbagi padaSeptember 2013 lalu yang juga bertempat di Titik Nol KM. Pada acara ini, mereka melakukan penggalangan dana. Kemudian uang yang terkumpul digunakan untuk membeli alat tulis dan pakaian untuk disumbangkan. "Kita bukan hanya sekadar menghibur orang dengan berfoto-foto, tapi juga berbagi dan berkarya," ujar Soni.

Rintik demi rintik hujan kembali membasahi Titik Nol KM. Namun di tengah rerintik basah yang kian membesar, mereka tetap mengajak orang untuk membuang sampah pada tempatnya, dan melayani orang yang ingin berfoto. Dibalik pose dan ekspresi seram yang mereka tunjukkan, terbaca niat tulus: bukan untuk memperkaya diri, namun mengajak untuk berbagi dan peduli.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Ranti Maretna Huri
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.