Feature

Deadly Mist, Buku Hitam Amerika Amerika Serikat Hingga X, Y, Z

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Kamis, 25 November 2010 16:12 WIB • 👁 1.969 Pembaca

"Jauhi Amerika (Serikat_red) dan tidak perlu menjalin hubungan dengan mereka," tegas Jerry Duane Gray, mantan mekanik Angkatan Udara Amerika Serikat, pada acara bedah buku Deadly Mist, di aula LPMP UNP, Sabtu (5/6) lalu. Deadly Mist, buku yang menguak segala kejahatan dan kekejian pemerintah Negara Super Power terhadap negara lain di dunia.

Setelah menghabiskan sebahagian besar hidupnya di Amerika, Jerry mulai sadar akan kelicikan dan tipu muslihat pemerintah Negara Paman Sam dan sekutu-sekutunya. Target kelicikan itu tidak hanya dibidikkan kepada negara lain tetapi juga kepada warga AS. Mulai dari fitnah teroris ditujukan kepada umat muslim, dukungan atas penyerangan Israel ke tanah Palestina, hingga penyebaran virus-virus yang mengganggu kesehatan umat manusia.

Jerry membongkar, menguliti rahasia, dan ketidakberadaban AS sejak puluhan tahun lalu di depan sekitar 200 peserta bedah buku. "Banyak cara yang dilakukan pemerintahan AS untuk menghancurkan negara lain," sebut Jerry yang juga bernama H. Abdul Rahman setelah menjadi seorang muallaf pada tahun 1984 lalu.

Jerry dengan gelar Insinyur Penerbangan dari Universitas Hawaii, Amerika, ini menjelaskan Israel merupakan relasi untuk memuluskan kepentingan AS di Timur Tengah untuk menguasai negara-negara yang kaya tambang minyak di sana. Selain itu, AS memiliki pemerintah bayangan (shadow goverment) yang didominasi para Yahudi Zionis.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai virus-virus penyakit yang sengaja disebarkan AS kepada masyarakat luas. Hal ini tidak lain agar orang-orang berobat dan memakai produk buatan, yang notabene kebanyakan dikuasai oleh perusahaan farmasi AS. "Keluarga Bush merupakan salah satu pemiliknya," jelasnya.

Berbicara tentang penyakit, Jerry mengungkapkan penyakit seperti Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) dan Flu Burung bukan datang dari alam melainkan hasil rekayasa manusia itu sendiri. Pria yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini menyampaikan sebuah bukti dari pernyataannya tersebut. Di salah satu koran AS, The Times, pada 20 Desember 2006, tercatat enam orang petugas kesehatan AS yang berangkat ke Libya guna menyuntikkan virus HIV kepada 426 pasien anak-anak .

Tidak jauh berbeda dengan kasus Flu Burung di Indonesia. Gray menyampaikan kecurigaan mantan Menteri Kesehatan Indonesia, Siti Fadillah Supari. Siti menyatakan hasil penelitian sampel virus yang diteliti oleh AS tidak transparan. Siti dengan berani menyatakan bahwa World Health Organization (WHO) dan Amerika melakukan konspirasi dalam pengumpulan sampel virus flu burung dan vaksinnya. "Saya sangat bangga dan mendukung beliau karena sudah berani melawan AS dan WHO," terangnya.

Masih banyak lagi catatan hitam Amerika yang dibedah dalam Deadly Mist. Beberapa buku Jerry memang bernada menohok AS, seperti Dosa-dosa Media Amerika, serta Demokrasi Barbar ala Amerika. Terlihat wajah-wajah tidak percaya pada peserta setelah mendengar begitu banyak bocoran dari Gray. Saperti yang diungkapkan Deni, mahasiswa dari IAIN Imam Bonjol Padang bahwa ia merasa tidak rugi untuk menghadiri bedah buku tersebut. "Saya baru tahu bahwa penyakit HIV dan Flu Burung adalah rekayasa manusia," ungkapnya dengan wajah tidak percaya.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Rohimah Eva Suliyanti
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.