Jalan-jalan besar di Kota Medan macet di malam hari. Bus Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) Sumbangan Presiden RI tahun 2005 mencoba membelah kemacetan. Belum lagi, lampu merah yang menyala hampir di setiap simpang. Durasinya yang lebih lama dari Kota Padang membuat kru Ganto dan kru magang Ganto angkatan ke-15 jenuh dan terdengar nada komplain di sana sini. Untung saja, tidak lama setelah lampu merah terakhir dilewati, bus memasuki sebuah gerbang, Universitas Sumatera Utara (USU).
Ketika turun, beberapa kru pers mahasiswa (persma) Suara USU telah menunggu dan segera mengajak kru Ganto ke sekretariat mereka. Setelah berbagi sapa, diskusi malam itu langsung dimulai. Muhammad Arief, Pemimpin Umum Suara USU menjelaskan berbagai hal tentang tabloid mereka. Arief memulai penjelasannya dari proses pemagangan kru baru di Suara USU. Berbeda dengan SKK Ganto, pemagangan hanya berlangsung selama 3-4 bulan. Salah satu proses yang harus dilewati anak magang Suara USU adalah menonton film jurnalistik kemudian mereviewnya ke dalam bentuk tulisan.
Ia melanjutkan pembicaraan ke persoalan pendistribusian tabloid Suara USU. "Tabloid Suara USU ini dijual kepada mahasiswa," terangnya. Mereka terkejut ketika mengetahui koran Ganto dibagikan secara cuma-cuma kepada mahasiswa UNP. Setelah berbincang-bincang, berbagi informasi dan lainnya, jarum jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Mengingat kru Ganto baru saja melewati perjalanan panjang dan melelahkan, mereka menyilakan kru Ganto untuk beristirahat.
Teropong, Persma Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara (UMSU) menjadi tujuan kunjungan fari berikutnya, Minggu (25/7). Pemimpin Umum Teropong, Nirwansyah Sukartara menyambut kru Ganto di sekretariat Teropong. Sekretariat itu lengang. Namun demikian, diskusi tetap berjalan dengan lancar. Lain di Suara USU, lain pula di Teropong. Persma UMSU ini menerbitkan dua surat kabar; satu berbentuk majalah yang dinaungi pihak rektorat dengan pemberitaan yang agak terbatas dan satu lagi berbentuk Newsletter (surat kabar kecil yang terdiri dari beberapa halaman_red).
Selain itu, Teropong juga memiliki persatuan alumni yang dinamakan FORMAT (Forum Alumni Teropong). "Format sangat penting bagi kru Teropong," kata Nirwan. Selain berguna untuk perkumpulan alumni, Format juga memberikan beasiswa dan membantu mencarikan lapangan pekerjaan untuk kru Teropong yang telah menyelesaikan studinya di UMSU.
Selanjutnya, bus kampus UNP membawa kru Ganto menuju persma Kreatif di Universitas Negeri Medan (UNIMED). Tiga hari di atas mobil ber-AC ditambah kegiatan yang padat membuat kru Ganto kelelahan. Banyak yang berusaha untuk tidur, tapi pemandangan Kota Medan yang berbeda dari Ranah Minang, cukup ampuh mengalihkan mata mereka keluar jendela bus. Ditambah lagi dengan lagu-lagu pop Indonesia yang diputar sang supir mengalun dari speaker.
Suasana di Kreatif begitu asri dan sejuk. Pohon-pohon besar tumbuh di sepanjang jalan menuju sekretariat Kreatif. Beberapa kru Persma IAIN Medan, Dinamika, juga berada di sana. Tema perbincangan hampir sama. Salah seorang kru Kreatif menerangkan syarat untuk bisa mendapatkan kartu pers Kreatif adalah jika kru magang tersebut mampu menulis minimal lima tulisan baik di majalah maupun di online. Diskusi berlangsung sampai sore hari. Rencana berikutnya adalah mengunjungi redaksi surat kabar yang ada di Kota Medan. Tapi sayang, mereka tutup karena hari libur.
Banyak pengalaman dan pemahaman yang didapat sepulang dari kunjungan ini. SKK Ganto diharapkan mampu lebih kritis, lebih mandiri, dan terus belajar dari segala kekurangan dan kelebihannya. Selain itu, kru Ganto menyempatkan merefresh diri di tempat-tempat wisata unik, menarik, dan sarat nilai, seperti Mesjid Al-Ma’shun, Istana Maimoon, Meriam Puntung, serta Danau Toba.
Penulis mahasiswa Teknologi Pendidikan TM 2008
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!