Artikel

Bahasa Ibu Adalah Kita

Penulis Opini / Kolumnis
📅 Sabtu, 11 Februari 2023 12:19 WIB • 👁 3.036 Pembaca
Bahasa Ibu Adalah Kita
Ilustrasi: Rewigh Putumustama

Bahasa Indonesia merupakan bahasa pemersatu di Indonesia yang dijadikan sebagai alat komunikasi Nasional. Indonesia memiliki wilayah yang luas dari Sabang sampai Merauke dengan berbagai macam bahasa daerah. Kondisi wilayah maritim dengan pulau yang mencapai 17.000 menjadi salah satu faktor keberagaman penggunaan bahasa tersebut. Keberagaman itulah yang membuat pentingnya bahasa pemersatu yang dijadikan sebagai sebuah simbol dalam berpikir kritis, alat kontrol sosial, dan sebagai pokok pikiran dalam berkomunikasi.

Penggunaan Bahasa Indonesia tidak luput dari Kebangkitan Nasional tahun 1908. Dalam teks sumpah pemuda tercantum bahasa pemersatu yang disepakati seluruh pemuda Indonesia. "Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Dengan telah disepakatinya penggunaan bahasa Indonesia dalam sumpah pemuda tersebut, telah menjadi bukti identitas bangsa Indonesia secara histori dan politik bahwa pemakaian bahasa Indonesia digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Bahasa ibu adalah kita. Ungkapan ini memiliki makna bahwasanya bahasa adalah kontak sosial dalam lingkungan hidup yang menjadi identitas atau ciri khas suatu negara. Dengan identitas atau ciri khas yang dimiliki akan menjadi daya tarik tersendiri dan kebanggaan suatu negara untuk dikenal secara luas. Hal ini menimbulkan suatu keuntungan dalam bidang pariwisata yang akan menambah devisa suatu negara.

Hal ini sama dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia memiliki daya tarik tersendiri untuk dipelajari. Menurut catatan riset Etnolog pada Desember 2021, penutur bahasa Indonesia mencapai 199 juta di dunia, sedangkan bahasa Melayu sebagai bahasa induk hanya mencapai 19 juta penutur. Data tersebut menjadi sebuah kebanggan kita sebagai anak bangsa Indonesia untuk melestarikan bahasa Nasional kita sebagai identitas yang dikenal seluruh dunia.

"Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia". Kalimat yang diucapkan Soekarno memperkenalkan peran pemuda dalam mengembangkan Indonesia di kancah Internasional. Generasi muda memiliki darah muda yang di dalamnya terdapat semangat tinggi dan kreatifitas yang masih mampu terlaksana. Ini juga termasuk dalam memperkenalkan bahasa Indonesia ke kancah internasional.

Namun pada saat ini, dapat kita lihat kenyataannya bahwa penuturan bahasa Indonesia yang menurun sangat drastis dari tahun ke tahun. Pesatnya modernisasi dan kemajuan teknologi yang pesat menjadi bukti bahwa kehidupan Indonesia yang tidak lepas dari arus globalisasi yang terus-menerus mengalir tanpa memfilter kebudayaan asing tersebut. Contohnya dapat kita lihat pada saat ini adalah pencampuran bahasa bahasa asing yang sering terjadi di Indonesia.

"Gue literally happy banget today! Doi nge-chat gue!"

"So?"

"Doi tuh cuek banget cuy! Which is, kesempatan gue di-chat doi tuh once in a lifetime!

Familiar dengan percakapan di atas?. Percakapan di atas merupakan contoh dari bahasa asing yang menjadi bahasa sehari-hari para remaja. Anggapan remaja yang menganggap bahwa bahasa asing lebih keren bila diucapkan daripada bahasa baku Indonesia yang dianggap terlalu monoton. Tak jarang pula orang tua juga lebih mengutamakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Mereka menganggap bahasa Inggris memiliki benefit yang lebih besar daripada mengajarkan bahasa ibu kepada anak-anak mereka.

Penurunan tersebut tidak bisa kita biarkan saja. Apabila dibiarkan tanpa adanya penanganan, sudah pastinya generasi Indonesia akan merasa asing dengan bahasa ibu mereka sendiri. Hal ini menjadi tanggung jawab bersama, termasuk generasi muda sekarang. Diperlukannya kesadaran masing-masing dan dukungan dari pemerintah mendukung keras fasilitas yang berbasis bahasa Indonesia sehingga penurunan penggunaan bahasa Indonesia dapat diminimalisir.

Padahal peran lingkungan terdekat kita, yaitu lingkungan keluarga merupakan lingkungan terciptanya sebuah sikap dan mindset seorang anak terhadap kehidupannya. Apabila seorang diajarkan berbahasa Indonesia yang baik dan benar, maka kelestarian bahasa Indonesia akan terjaga dan terlestarikan. Komunikasi antar sesama orang Indonesia dapat terjalin dengan baik tanpa adanya kebingungan dan kesalah pahaman antar pembicara.

Tanpa kita sadari bahasa Indonesia sudah dijadikan mata pelajaran wajib di Australia. Sangat membanggakan bahasa Indonesia dijadikan sebagai pelajaran wajib. Oleh karena itu gunakanlah bahasa Indonesia dengan baik dan benar. Apabila bahasa Indonesia dilestarikan suatu hari akan menjadi bahasa yang terkenal dan banyak dipelajari.

✔ Standar Integritas & Transparansi Opini SKK Ganto UNP

Setiap karya tulisan, kolom, dan opini yang diterbitkan merupakan pandangan orisinal penulis serta telah melalui proses kurasi dan penyuntingan redaksi sesuai Pedoman Pemberitaan Media Siber.

Sofina Septilia Juita
Penulis • Kolumnis / Opini

Penulis Opini / Kolumnis

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.