Berita

Gema Pembebasan Sumbar Tolak Kenaikan Harga BBM

Gerakan Mahasiswa (Gema) Pembebasan Sumatera Barat (Sumbar) melakukan demonstrasi untuk menolak wacana kenaikan harga BBM yang beberapa hari belakangan ini gencar diberitakan media massa, Rabu (13/8). Aksi yang berlangsung dari pukul 13.30-16.20 ini dimulai dari gerbang UNP dan berakhir di depan Kantor DPRD Sumbar. Demonstrasi diikuti oleh sekitar 25 peserta yang merupakan mahasiswa dari perguruan tinggi di Kota Padang seperti UNP, IAIN, UNAND, UBH, ITP, dan lainnya.

Gerakan yang merupakan representasi Hizbut Tahrir Indonesia ini meminta DPRD Sumbar sebagai pemangku kebijakan untuk menolak wacana pemerintah pusat yang akan menaikkan harga BBM. Naiknya harga BBM akan memicu naiknya harga kebutuhan harian masyarakat. Hal ini pun akan membuat rakyat semakin menderita dan juga menambah angka pengangguran. "Kenaikkan harga BBM ini hanya akan menambah kesengsaraan rakyat," ujar koordinator lapangan Imam Ali Satria.

Ali mengklaim bahwa wacana ini juga merupakan campur tangan pihak asing. Sejumlah lembaga asing seperti Bank Dunia, IMF, dan USAID pun disebut-sebut sebagai dalang di balik kebijakan ini. Kenaikan harga akan merangsang investor asing untuk berinvestasi di Indonesia. Hal ini dinilai hanya akan menguntungkan pihak asing dan semakin memojokkan rakyat kecil. "Pemerintah Indonesia sudah menjadi kaki tangan pihak asing," lanjutnya.

Ramlan Ketua Gema Pembebasan Sumbar meminta pemerintah untuk mengambil alih perusahaan asing yang menguasai kekayaan alam di Indonesia. "Dengan demikian masyarakat bisa menikmati hasil alamnya sendiri," tambah Ramlan.

Sayangnya niat massa bertemu langsung dengan anggota DPRD tidak terwujud karena wakil rakyat ini sedang tidak di kantor. Namun Kabag Humas dan Dokumentasi DPRD Sumbar Erdi Janur berjanji akan menyampaikan aspirasi massa. "Aspirasi saudara akan kami terima dan kami teruskan kepada 55 anggota DPRD," ujarnya menanggapi tuntutan para demonstran. Sastra, Kurniati*

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Yola Sastra
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Edo Febrianto (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.