Padang Literary Biennale (PLB) mengadakan diskusi kepenulisan sastra di Audiorium Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand), Jumat(19/9). Diskusi yang mengundang seorang sastrawan perempuan Indonesia Ayu Utami ini merupakan rangkaian festival sastra yang pertama kali diadakan oleh kota Padang. PLB yang sudah digagas sejak 2011 lalu, baru dapat mewujudkan festival ini di tahun 2014.
Esa Tegar Putra selaku ketua mengatakan PLB sengaja mendatangkan penulis sekaligus sastrawan Indonesia perempuan seperti Ayu Utami karena karyanya sering dijadikan skripsi mahasiswa. "Dengan mendatangkan mbak Ayu Utami di sini semoga kita dapat memanfaatkan moment ini untuk menggali banyak ilmu tentang kepenulisan, karena karya beliau sangat sering dijadikan bahan skripsi oleh mahasiswa," ujarnya saat memberi sambutan.
Dr. Hasanuddin Yunus selaku Dekan FIB Unand memberi apresiasi kepada PLB yang telah mengadakan acara ini. "Kegiatan ini begitu luar biasa, karena fenomena menulis pada generasi saat ini telah berkurang. Besar harapan saya dengan kedatangan penulis seperti Ayu Utami dapat memotivasi mahasiswa kita," tuturnya. Selain itu, Hasanudin mengatakan tanpa sastra hidup akan menjadi hampa dan kaku.
Dalam diskusi, Ayu Utami memberi beberapa proses kreatif yang perlu di tanamkan seorang penulis pemula. Ada 4M yang penting dalam mencapai proses keratif, yaitu Move Out, Meet, Move On, dan Mental. Lebih lanjut Ayu mengatakan bahwa melalui kegalauan seseorang terkadang dapat menghasilkan sebuah karya. "Kegalauan seseorang dapat menjadi energi positif untuk menciptakan sebuah karya," ujarnya. Suci, Khadijah
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!