Sekira pukul 11.20 WIB rombongan Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) beserta jajarannya, memasuki pelataran Medan nan Balinduang tempat penyerahan ijazah wisudawan program Sarjana dan Ahli Madia FBS ke-101, Sabtu (27/9). Acara ini dihadiri oleh Dekan FBS Prof. Dr. M. Zaim, M. Hum., Pembantu Dekan II Dr. Ramalis Hakim, M.Pd., Pembantu Dekan III Esy Maestro, M. Sn., Ketua dan Sekretaris Jurusan, Ketua Program Studi (Prodi), staf pengajar, beserta Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) selingkungan FBS.
Pada periode ini, FBS berhasil meluluskan sebanyak 515 wisudawan yang 120 di antaranya tercatat meraih predikat cum laude. Dengan rincian: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah 234 orang, Bahasa dan Sastra Inggris 79 orang, Sendratasik 121 orang, dan Seni Rupa 81 orang.
Wisudawan dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi diraih oleh Sri Endah dengan IPK 3.92 dari Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selanjutnya, pemuncak wisudawan FBS dengan predikat cum laude antara lain: Ike Yuliana dari Pendidikan Seni Rupa dengan IPK 3.87, Syarifah Aini dari Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.85, Rona Astrielly Fajrin dan Disye Nectaria dari Pendidikan Sendratasik dengan IPK 3.75, Windu Putra Persada dari Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IIPK) dengan IPK 3.75, Lena Yunianti dari Sastra Indonesia dengan IPK 3.68, Suci Rahmawani dari Desain Komunikasi Visual dengan IPK 3.62, dan Prima Ardila dari Sastra Inggris dengan IPK 3.20.
Selain para pemuncak di atas, FBS juga mengategorikan wisudawannya. Untuk wisudawan tercepat yaitu Ike Yuliana pemuncak Seni Rupa yang berhasil tamat tiga setengah tahun, wisudawan termuda yaitu Katarina Debora Silalahi dari Prodi IIPK dengan IPK 3.51, dan wisudawan tertua yaitu Sulastri Syarif dari Pendidikan Seni Rupa dengan IPK 3.52.
Nofrizal, selaku Ketua BEM FBS dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada wisudawan. Novrizal juga mengatakan bahwa akan banyak rintangan yang akan dilalui setelah ini. Jangan jadikan rintangan tersebut sebagai hambatan, tetapi jadikan sebagai batu loncatan untuk melaju ke depan. "Setelah sarjana, ada masa depan yang menunggu," tuturnya.
Senada dengan Nofrizal, Dekan FBS, M. Zaim dalam sambutannya mengatakan bahwa tahun ini UNP tidak lagi memberikan Akta IV. "Karena Akta IV sudah melekat pada gelar sarjana," ujarnya. Selanjutnya, M. Zaim juga berpesan kepada wisudawan agar jangan berhenti untuk belajar dan mengamalkan ilmu yang telah didapatkan selama perkuliahan. "Belajarlah sepanjang hayat," tutupnya. Ranti
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!