Berita

Workshop Jurnalistik: Tradisi Intelektual Bagi Pers Mahasiswa

Dewan Pers mengelar acara Workshop Jurnalistik Mahasiswa di Aula Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa (4/11). Acara yang dihadiri oleh 12 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) se-Sumatera Barat dan Pengurus Asosiasi Pers Mahasiswa (ASPEM) Sumatera Barat, bertujuan sebagai pembinaan pers mahasiswa. Pemateri pada acara ini adalah Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M. C. L. selaku Ketua Dewan Pers, Sofiardi Bachyul JB Ahli Dewan Pers, dan Imam Wahyudi selaku Anggota Dewan Pers.

Selaku ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M. C. L. menjelaskan bahwa pada workshop ini dewan pers mencoba untuk melanjutkan tradisi intelektual yang telah ada di kehidupan universitas. Ia menambahkan bahwa kehadiran pers mahasiswa sangat penting demi memenuhi tri dharma perguruan tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian terhadap masyarakat. Pengabdian masyarakat yang dimaksud adalah media pembentukan karakter bagi mahasiswa. Menurut Bagir Manan untuk tahun ini kegiatan workshop sendiri telah dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Di antaranya: Yogyakarta, Makasar, dan Lampung. "Tahun depan kita juga akan menyelenggarakan acara ini dengan jumlah peserta yang lebih banyak lagi," ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Sofiardi Bachyul JB, salah seorang Ahli Dewan Pers dengan topik "Masa Depan Pers Mahasiswa dan Pers Mahasiswa Masa Depan". Sofiardi menjelaskan bahwa zaman terus berganti dan teknologi akan terus berubah seiring berjalannya waktu. Jurnalis memerlukan gaya baru, salah satu dengan penggunaan media online dan belajar menggunakan bahasa yang intelektual dan konverhensif. "Pers harus mengikuti perubahan zaman, karena tuntutan lingkungan untuk terus berubah," tegasnya.

Sofiardi juga menjelaskan bahwa fokus terhadap masalah adalah salah satu syarat media online berkualitas. Tidak hanya itu, isi yang bermutu dari segi fakta, data, dan liputan harus dilakukan secara mendalam. Menggunakan tulisan feature, liputan khas, dan mengurangi straight news serta sumber daya manusia yang terlatih. "Jangan menjadi tukang pemberita yang hanya memberitakan, tetapi harus memenuhi mengetahui tentang tujuan dan bagaimana berita itu," jelasnya. Ia berharap agar pers kampus mampu meluruskan kembali visi dan misinya. Kurnia*, Hera*

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Meri Susanti
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.