Bertempat di Teater Tertutup Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, kuliah umum ini menghadirkan empat orang sastrawan senior yaitu Ilhamdi Sulaiman, Rizal Tanjung, Syarifuddin Arifin, dan Muhammad Ibrahim Ilyas, Jumat (14/11). Acara yang mengundang tokoh sastrawan Minangkabau ini menyajikan berbagai macam karya Yvonne de Fretes dalam bentuk puisi dan cerpen. Kegiatan kuliah umum ini merupakan bagian dari rangkaian acara Menikam Jejak Sumatra yang bekerja sama dengan taman budaya Provinsi Bengkulu dan Dinas Pariwisata Provinsi Sumatra Barat. Selain di Padang, kegiatan ini juga diselenggarakan di tiga kota yaitu Bengkulu, Medan, dan Jambi.
Pada rangkaian acara kuliah umum tersebut ditampilkan juga Monolog "Topeng-topeng" oleh Ilhamdi Sulaiman. Monolog tersebut berhasil memukau peserta kuliah umum yang didominasi oleh Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia. Selain Rizal Tanjung dan Syarifuddin Arifin, salah satu Dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Nofrizal, M. Pd. juga turut andil membacakan puisi karya Yvonne de Fretes dan WS. Rendra. Sementara Muhammad Ibrahim Ilyas memilih membacakan cerpen yang juga karya Yvonne de Fretes yang berjudul Bulan di Atas Lovina.
Antusias perserta terlihat setelah Ilhamdi Sulaiman atau yang lebih dikenal dengan Boyke Ilhamdi memainkan sebuah drama monolog tersebut. Saat sesi tanya jawab Boyke mengatakan bahwa naskah topeng-topeng sudah ditampilkan di Cirebon, Bengkulu, Padang, dan selanjutnya akan ditampilkan kembali di Medan.
Boyke menambahkan dirinya akan pensiun dari dunia pertunjukan. "Tahun 2014 hingga 2015 ini saya berencana untuk berkeliling Indonesia untuk terus kerkarya dari panggung ke panggung, ini nazar saya sebelum saya benar-benar berhenti," ujar Ilhamdi Sulaiman setelah memerankan tokoh Oaska dan Semar dalam drama monolognya.
Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Dr. Ngusman Abdul Manaf, M. Hum., dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya menyambut baik acara ini dan melakukan segala upaya untuk mendukung acara ini. "Kami sangat mengapresiasi acara ini karena sastrawan yang datang hari ini adalah orang-orang yang memang memiliki perhatian dalam dunia teater hingga sekarang," ungkapnya, Jumat (14/11). Suci, Hera*
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!