Bertempat di lantai empat ruang perkuliahan BF4 Fakultas Bahasa dan Seni UNP, Forum Kajian Pengembangan Wawasan Islam (FKPWI) mengadakan Diklat Kader Muda, Sabtu (30/11). Acara ini bertemakan Membangun Generasi Berpotensi Bernaungkan Ukhuwah Islamiyah.
Selaku ketua pelaksana, Prima mengatakan bahwa diklat angkatan muda ini merupakan lanjutan dari acara instagram yang diadakan sebelumnya. Selain itu, Prima juga memaparkan tujuan dari acara diklat yaitu untuk membentuk perilaku generasi yang berkarakter, berpotensi, dan membangun ukhuwah islamiyah. "Peserta yang hadir saat ini adalah orang-orang terpilih yang lulus tahap wawancara," ujarnya.
Ketua Umum FKPWI, Rofiqel Hayat pada sambutannya juga mengatakan ada tiga tahapan kaderisasi yang telah dijalankan dan akan diselenggarakan ke depan. Sebelumnya FKPWI mengadakan Sadar 1 dengan nama acara instagram, kemudian diklat, dan selanjutnya adalah Training Dasar Organisasi. "Dengan diklat ini diharapkan dapat meningkatkan potensi pemuda untuk membangun sebuah peradaban," pungkasnya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemberian materi dari tiga orang narasumber tentang Makna Syahadatain, Ghazul Fikri, Orientasi Dakwah dan Peran Pemuda. Pada materi kedua yang disampaikan oleh Ustaz Maulidson tentang Ghazul Fikri, ada beberapa hal yang menjadi sarana dan media dalam perang pemikiran seorang muslim. Sarana tersebut di antaranya: song, sport, sex dan style. "Sedangkan media yaitu, media cetak, film, hiburan, klub-klub dan media elektronik," tuturnya.
Menurut Ustaz Maulidson, banyak sekali hal yang menjadi tatangan pemikiran para pemuda saat ini. Sasaran mereka yang membenci islam adalah ifsad al-akhlak (merusak akhlak), tahtim al-fikrah (menghancurkan fikrah), idzaban Asy-syaksiyah (melunturkan kepribadian), dan Ar-riddah (menumbangkan akidah). Acara dilanjutkan dengan plantikan secara simbolis dan pembacaan ikrar setelah materi keempat. Suci
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!