Spanduk sepanjang 150 meter terpampang disepanjang jalan raya di depan Gedung Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Senin (16/2). Spanduk yang dipenuhi tanda tangan tersebut diarak oleh mahasiswa dan masyarakat, mulai dari gedung Radio Republik Indonesia hingga ke depan Gedung Gubernur Sumbar. Aksi ini merupakan bentuk penolakan mahasiswa dan masyarakat terhadap pencalonan BG sebagai Kapolri, dan berbagai serangan yang dilakukan oleh Polri kepada pihak KPK. "Tidak hanya ke komisioner KPK, kriminalisasi juga dilakukan ke pihak keluarga, ini tidak bisa dibiarkan," ujar Era selaku koordinator aksi lapangan.
Selama aksi, mahasiswa juga meneriakkan tuntutan kepada Presiden Jokowi untuk bertindak tegas dengan keputusan yang akan diambil terkait pelantikan BG. Sekalipun BG menang dalam sidang praperadilan dan dinyatakan status tersangkanya dicabut, tapi mahasiswa tetap tidak terima jika BG akan dilantik. "Kita tidak mungkin memiliki Kapolri dengan rekening gendut," teriak mahasiswa dalam aksinya.
Selain itu, mahasiswa juga mengharapkan agar Jokowi bersikap layak, tidak bertindak untuk partai tapi bertindak untuk rakyat. "Indonesia akan hancur, jika memiliki pemerintahan yang mandul seperti sekarang," teriak mahasiswa sambil mengangkat spanduk berisi tanda tangan yang mereka bawa. Sri
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!