Berita

BEM FE Adakan Bedah Novel

Ganto - 23/5 . "Kemauan dan usaha." Dua poin penting inilah yang harus dimiliki seseorang jika ingin menjadi penulis. Hal ini disampaikan Muhammad Subhan dalam acara bedah novel "Rinai Kabut Singgalang dan Workshop Kepenulisan Novel" yang diadakan BEM FE di ruangan D 81 FIS, Sabtu (14/5).

Dengan berlandaskan dua poin di atas, Muhammad Subhan bisa menghasilkan novel pertamanya "Rinai Kabut Singgalang" dalam jangka waktu tiga bulan. Ia juga menjelaskan, dalam novel ini penulis lebih menonjolkan nuansa keindahan alam minangkabau. Latar novel berkisar di Sumatera Barat, mulai dari Pasaman Barat, Maninjau, Bukittinggi dan daerah lainnya yang ada di Sumatera Barat.

Selain Muhammad Subhan, juga hadir Radgi. F. Daye, sastrawan muda Sumatera Barat. Ia mengatakan novel "Rinai Kabut Singgalng" ini sangat klasik dan sangat bagus dibaca mahasiswa. "Setelah membaca novel ini mahasiswa termotivasi untuk mencapai cita-cita. Sebagaimana proses perjuangan fikri (tokoh utama) dalam mencapai cita-citanya," ujarnya, Sabtu (14/5).

Menurut Ketua Pelaksana, Rudi Hidayat, acara ini dilatarbelakangi oleh keindahan alam Minangkabau dan banyak memberikan motivasi bagi mahasiswa. "Juga untuk memotivasi mahasiswa dalam menulis," tutupnya Sabtu (14/5). Ninit

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

ninit
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Qalbi Salim (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.