"Pelarangan Jilbab gamis syari!"
"Tolak!"
Begitulah bunyi orasi yang menggema di depan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang pada Jumat (10/4). Di depan gedung tersebut tampak puluhan mahasiswa mengenakan gamis dan kerudung memegang properti orasi. Mereka berasal dari Gerakan Muslimah Hizbut-Tahrir Indonesia (MHTI). MHTI ini mengadakan Kampanye Bela Syariat sehubungan dengan adanya larangan memakai hijab dan khimar di beberapa negara baru-baru ini dan bahkan larangan tersebut sudah sampai ke Indonesia yaitu Bali.
Peserta kampanye berjumlah lebih kurang 100 orang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Padang dengan 6 orator dari berbagai kampus. Kampus yang ikut berpartisipasi di antaranya Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang (UNP), dan Institut Teknologi Pendidikan. Salah seorang panitia kampaye, Hasyifah Yolanda, Mahasiswa Geografi TM 2010 UNP mengatakan, pelarangan hijab atau khimar adalah bentuk penyerangan terhadap Islam. "Jadi kita menggalakkan kampanye ini dalam rangka mengajak para mahasiswa agar taat pada syariah dan menolak larangan tersebut," ungkapnya.
Yola juga menambahkan, aksi ini akan berlanjut ke kampus lain jika diperlukan. Ia juga menegaskan bahwa tidak semua umat Islam yang berpikiran radikal dan merugikan. "Yang ada hanya kesalahtafsiran beberapa oknum dalam memahami agama," bantahnya. Ia berharap lewat kampanye ini, mampu melahirkan kesadaran dan jiwa yang taat terhadap syariat Islam serta kelak Islam tidak diintimidasi. Kampanye Bela Syariat ini diadakan dalam bentuk kampanye edukasi. "Lebih kepada mencerdaskan para muslimah terutama mahasiswa untuk dapat mempertahankan syariat," terangnya.
Menurut salah seorang Mahasiwa Jurusan Tadris Bahasa Inggris IAIN, Yulmaidar mengatakan, kegiatan ini bagus bagi Islam. Namun, Yulmaidar tidak sependapat dengan cara mensosialisasikannya langsung turun berorasi ke jalan. "Tidak perlu dipropaganda," tuturnya.
Penulis : Putri Rahmi dan Ratmiati
Editor : Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!