Penyerahan ijazah Sarjana, Magister Pendidikan, dan Profesi Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) periode ke-103 diselenggarakan di Gedung Olahraga (GOR) Pembangunan UNP, Sabtu (6/6). Ada 12 orang wisudawan FIP UNP yang datang terlambat untuk mengikuti prosesi penyerahan ijazah. Karena terlambat, mereka ditahan di luar ruangan beserta orang tuanya.
Salah satu di antaranya ialah Vani Rahmadani wisudawan Jurusan Administrasi Pendidikan. Ia menjelaskan bahwa ketika pimpinan fakultas beserta jajarannya memasuki ruangan pintu segera ditutup dan Vani beserta sebelas wisudawan lainnya ditahan. "Padahal hanya telat beberapa detik saja setelah pintu ditutup," ujarnya.
Hal ini membuat beberapa orang tua wisudawan marah. "Bahkan ada orang tua yang melempari pintu dengan batu," terangnya.
Vani juga menjelaskan, ada dosen yang mengatakan bahwa dua belas wisudawan tersebut diperbolehkan memasuki ruangan usai pembukaan dan masuk ke acara inti yaitu penyerahan ijazah. Namun, mereka masuk tanpa orang tua. "Kata dosen itu yang boleh masuk hanya wisudawan/ti saja," ungkapnya.
Gina Khairani dari Resimen Mahasiswa Batalyon 102 Mahabhakti UNP mengungkapkan bahwa ia hanya ditugaskan untuk menjadi pengaman selama prosesi penyerahan ijazah di FIP UNP. "Semua perintah datangnya dari fakultas, saya hanya menjalankan tugas," tegasnya ketika ditemui seusai acara.
Penulis: Sonya Putri
Editor: Novarina Tamril
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!