Sopir angkutan kota (angkot) Padang melakukan aksi mogok dan demonstrasi di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatra Barat, Selasa (24/11). Aksi berlangsung selama 3 jam setelah akhirnya dibubarkan oleh aparat kepolisian Kota Padang
Pada saat demonstrasi, seluruh sopir angkot yang tidak ikut demonstrasi dipaksa menurunkan penumpangnya dan berhenti menambang oleh sopir angkot lainnya. Dasril salah seorang sopir angkot yang tidak ikut demonstrasi mengeluhkan bahwa ia dipaksa berhenti di pasar raya dan menurunkan penumpang yang saat itu terisi penuh.
"Dua kali penumpang angkot saya diturunkan dan keduanya saat itu terisi penuh. Saya tidak dapat menjalankan mobil saya selama 2 jam lamanya," ungkapnya.
Menurut Dasril, kerugian yang ia alami mencapai seratus ribu rupiah. "Bukan hanya saya, banyak sopir lain juga mengalami hal yang sama," tambahnya.
Aksi mogok dan demonstrasi ini merupakan aksi protes terhadap surat edaran yang dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Padang tentang penataan badan usaha angkutan kota dan pengurusan izin usaha angkutan serta izin trayek. Surat edaran berisi bahwa nama pemilik mobil tidak dicantumkan di BPKB jika bergabung dengan koperasi.
Selain itu, aksi juga disebabkan oleh rencana akan ditambahnya 20 unit mobil Trans Padang dan akan diperbanyaknya jurusan Trans Padang oleh pemerintah Kota Padang
Untuk itu, sopir angkot menuntut beberapa poin, yaitu nama pemilik mobil harus dicantumkan di BPKB jika bergabung dengan koperasi, Dinas Perhubungan menertibkan parkir di pinggir jalan yang menyebabkan kemacetan dan menghalangi penumpang naik angkot, PO Indra tidak memasuki jalur angkot Siteba-Jalan Gajah Mada dan Jalan Perintis Kemerdekaan, Organda aktif memindahkan izin dari pemilik ke koperasi dan perusahaan, angkot baru/peremajaan tidak ditambah, serta Trans Padang/Damri tidak boleh masuk trayek angkot.
Tuntutan sopir angkot tersebut telah diajukan sejak 18 November lalu, namun tidak dipenuhi oleh Dinas Perhubungan Kota Padang.
Penulis : Abdul Hamid*
Editor: Fitri Aziza
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!