Berita

Dewi Utama Faizah: Dua Abad Pendidikan Kita Tertinggal

"Anak akan hidup di abad 21, gurunya hidup di abad 20, mengajar dengan cara abad 19"

Demikian ungkapan Anies Baswedan yang diulangi oleh Dewi Utama Faizah, Direktorat Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI). Perempuan yang mengenakan busana kasual dengan paduan putih, biru, dan merah itu menyajikan materinya di hadapan kurang lebih 800 peserta.

Aula Pascasarjana Universitas Negeri Padang yang sesak oleh peserta membuat semangat Dewi menggebu dalam penyajian materinya. Slide demi slide ia bahas di hadapan peserta. Bertolak dari ungkapan Anies Baswedan, dua abad pendidikan Indonesia tertinggal, secara lugas Dewi mengatakan bahwa permasalahan pendidikan Indonesia harus dicarikan jalan tengah.

"Kreativitas seni dan literasi bisa dijadikan jalan tengah," ungkapnya, Sabtu (28/11). Sembari mengulas materi, ia menyatakan kilas balik selama 33 tahun dirinya mengabdi di Kemendikbud RI. Dewi mengungkapkan bahwa berkali-kali kurikulum pendidikan diganti, namun hasilnya tidak maksimal. Hal ini ditegaskan pula dengan hasil grafik pendidikan Indonesia di pentas dunia selalu pada urutan terbelakang.

"Tidak ada hubungan kurikulum dengan kemajuan yang ada dalam dunia pendidikan kita," ungkapnya sembari melanjutkan pembahasan slide power point pada infocus.

Dewi mengajak peserta, bahwa ke depan Indonesia harus ditanamkan cinta pada kreativitas seni dan literasi. Hal ini didasarkan atas upaya mengubah keterpurukan mutu lierasi pendidikan Indonesia. Dewi menyayangkan hasil pengamatan 2012, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization bahwa dari seribu orang Indonesia hanya satu ynag membaca buku."Target yang diharapkan abad 21 adalah di antara seribu guru, hanya satu yang tidak membaca," harap Dewi.

Penulis: Fitri Wijaya*

Editor: Dwi Suharadita*

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Neki Sutria
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Novarina Tamril (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.