Tidak ada alasan bagi masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk tidak menjadi pengusaha. Apalagi sekarang Indonesia sudah memasuki era pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Kita sedang berada di sebuah pasar yang semuanya ada konsumennya," ujar Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. pada Seminar Nasional Kewirausahaan di Ballroom Basko Hotel, Minggu (15/5).
Fauzi menjelaskan bahwa MEA merupakan pola integrasi ekonomi ASEAN dengan membentuk sistem perdagangan bebas antarsesama negara anggota. MEA dapat menarik investasi asing untuk membuka lapangan pekerjaan. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Indonesia kaya dengan sumber daya alam. Hal ini ditambah dengan kondisi geografis Indonesia yang menguntungkan dan keadaan yang aman dari perang saudara.
"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak menjadi wirausaha," tegasnya pada seminar yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Fisika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Padang.
Selain itu, Walikota Padang yang menjabat selama dua periode yakni 2004 hingga 2014 ini menjelaskan bahwa sebagai ibu kota provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Padang sangat cocok dijadikan sebagai sentra Sumatra. Hal ini disebabkan posisi Padang yang terletak di tengah-tengah tepi barat Sumatra.
"Sehingga, perdagangan pun akan timbul," ujar Fauzi pada acara bertemakan Be Wealthy is not a Dream, Let’s be a Young Entrepreneur to Face MEA ini.
Fauzi menambahkan bahwa Sumbar juga kaya dengan sumber daya alam, seperti batu bara, biji besi, ikan, minyak tanah, dan sebagainya. "Semuanya akan bermuara ke Padang ini," tuturnya.
Ia menjelaskan bahwa, jika masyarakat kreatif memanfaatkan kondisi ini dengan sebaik mungkin, pasti akan memberikan pendapatan yang lumayan.
Lebih lanjut, ia mencotohkan gula merah yang dijual Rp13.000,00 per kilogram. Setelah digiling dan disaring, gula merah dibungkus dengan berat 5 gram per bungkusnya. Jika biaya produksi Rp7000,00 dan gula merah dijual Rp300,00 per bungkus, maka akan menghasilkan laba Rp40.000,00. Gula merah ini mudah didapat di wilayah perkampungan di Sumbar. Jika dibudidayakan, hal ini tentu bisa membuka lapangan pekerjaan. Fauzi mengajak masyarakat agar mau berwirausaha. "Mau menggaji atau digaji orang? Ya, mengganji oranglah. Jadi, jangan hanya bermimpi menjadi kaya, tapi mari berwirausaha," tutupnya.
Selain menghadirkan Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si., seminar nasional kewirausahaan perdana yang pernah diadakan oleh Himafi ini juga menghadirkan owner sanjai Ummi Aufa Hakim, Lukman El Hakim.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!