Lembaga Penelitian Tenaga Kependidikan (LPTK) Universitas Negeri Padang (UNP) melepas 357 guru Program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) angkatan VI di Ruang Sidang Senat UNP, Rabu (31/8). Pelepasan ini dilakukan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir melalui telekonferensi.
357 guru program SM3T ini akan dikirimkan ke enam daerah sasaran, yaitu Kabupaten Aceh Singkil (71 orang), Kabupaten Timor Tengah Selatan (66 orang), Kabupaten Nias Barat (85 orang), Kabupaten Pesisir Barat (49 orang), Kabupaten Natuna (39 orang), dan Kabupaten Kayong (47 orang).
Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., mengatakan bahwa para guru SM3T ini siap dikirim ke daerah masing-masing. Namun, untuk guru yang ditempatkan di Kabupaten Natuna mengalami sedikit terkendala dengan akses menuju daerah tersebut. "Jadi belum dapat ditentukan apakah mereka tetap stay di sini atau di Natuna," ujar Ganefri, Rabu (31/8).
Lebih lanjut, Ganefri mengatakan bahwa saat telekonferensi, Menristekdikti berpesan agar guru SM3T melaksanakan tugasnya dengan baik.
Seorang guru yang dikirim ke Kabupaten Aceh Singkil, Amelia Rahim mengatakan bahwa ia tertarik menjadi guru di daerah 3T sehingga ia mengikuti program SM3T. "Saya ingin mengabdi dan berbagi ilmu dengan mereka yang membutuhkan," ujarnya.
Reporter: Ermiati Harahap
Editor: Fitri Aziza
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!