Bekerjasama dengan Pusat Kajian Sosial Budaya dan Ekonomi Universitas Negeri Padang (UNP), Tan Malaka Institute mengadakan Dialog Kebangsaan IV di Gedung Rektorat UNP, Sabtu (24/9). Bertemakan "Kontribusi Putera Minangkabau dalam Mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia", acara tersebut menghadirkan Dr. Harry Albert Poeze, sejarawan Belanda dan Prof. Dr. Mestika Zed, sejarawan Indonesia sebagai pembicara, serta Joind Bayuwinanda sebagai monolog.
Poeze, dalam materinya yang bertema "Siapa Sebenarnya Tan Malaka?" mengatakan bahwa ada empat belas hal yang mengidentifikasi untuk menjelaskan siapa itu Tan Malaka. "Nanti kalau ada yang tidak benar, mari kita koreksi bersama-sama," ujarnya dengan bahasa Indonesia yang fasih, Sabtu (24/9).
Ada pun di antara empat belas hal yang mengidentifikasi kepada siapa itu Tan Malaka, lima di antaranya, yaitu Tan Malaka adalah seorang dara Minangkabau, komunis bebas, pemikir Islam, dianggap bahaya, dan seseorang yang enggan memberi pidato. "Bagaimana pun, walau telah diidentifikasi, tapi Tan Malaka tetap seseorang yang misterius," ujar sejarawan yang telah empat kali mengunjungi tanah kelahiran Tan Malaka ini.
Poeze juga menjelaskan, alasan mengapa ia begitu tertarik dengan sejarah Tan Malaka. Kata Poeze, sewaktu kuliah, ia beberapa kali menemukan nama Tan Malaka pada buku yang berbeda. Hingga akhirnya, ia meneliti sejarah Tan Malaka pada tugas akhir perkuliahannya. "Ada harapan besar, akan ada kemajuan dalam membawa kembali Tan Malaka ke Minangkabau," sambungnya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada sejarawan muda Indonesia untuk terus menggali sejarah Tan Malaka dan tokoh sejarah lainnya. Sebab, menurutnya selama ini masih ada kekurangan-kekurangan dalam penelitian. "Masih banyak aspek-aspek yang terlewatkan dan harus lebih digali lagi," pungkasnya.
Reporter: Sri GusmurdiahEditor: Fitri Aziza
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!