Ketika bicara tentang halal bukan hanya soal makanan namun meliputi berbagai aspek. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Irwandi Jaswir sebagai pemateri pada kuliah umum dan launching Pusat Kajian Halal (PKH) UNP di Auditorium Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Senin (9/4)
Irwandi yang merupakan Direktur Halal Industry Research Center ini mengatakan bahwa industri halal terbesar bukan berada di industri pangan atau makanan namun dari industri kosmetik dan lain sebagainya.
Saat ini, industri halal menjadi primadona, kata Irwandi, yang berarti industri halal adalah tambang emas. Ia menjelaskan dalam pelaksanaannya proses penilaian halal dinilai dari lima hal yaitu Production, Service, Infrastructure, Human Capital, dan Goverment Support.
Peneliti Terbaik International Islamic University Malaysia (IIUM) ini menambahkan, sebagai masyarakat yang tinggal di negara muslim pengawal kehalalan sebuah produk harusnya dikelola oleh kita. "Karna diluar sana banyak orang yang tidak berkompeten namun, juga siap untuk melakukan hal ini," jelasnya.
Rektor UNP, Prof. Ganefri Ph. D., dalam sambutannya mengatakan sebagai negara dengan populasi islam terbesar di dunia kebutuhan akan produk-produk halal tentunya tinggi dan UNP menjawab tantangan tersebut dengan dibentuknya PKH. PKH nantinya akan bekerja dengan cara meneliti apakah produk yang beredar di masyarakat sudah halal atau belum. "Nanti akan dilakukan pengecekan halal di Pusat Kajian Halal ini," ujarnya.
Lebih lanjut, pada pembentukan PKH UNP ini, Miftahul Khair, S.Si, M. Sc diangkat sebagai kepala PKH UNP. Acara ini juga dihadiri oleh ketua Majelis Ulama Indonesia Sumatra Barat (Sumbar), Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa dan Sekretaris Daerah Sumbar, Dr. H. Ali Asmar, M.Pd.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!