Berita

Memperingatn HKB, UNP Lakukan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana

Memperingatn HKB, UNP Lakukan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana
Pertemuan Pusat Kajian Kebencanaan (PKK) UNP dengan Ormawa di ruang PKK untuk membahas mengenai pelasanaan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana Gempa Bumi Berpotensi Tsunami, Jumat (20/4). f/Putri

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB), Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Pusat Kajian Kebencanaan (PKK) UNP akan melakukan Simulasi Evakuasi Mandiri Bencana Gempa Bumi Berpotensi Tsunami yang akan berlangsung Kamis, 26 April di samping Auditorium UNP.

Berdasarkan Pedoman Umum Simulasi Evakuasi Bencana yang dikeluarkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, pelaksanan simulasi akan dimulai pukul 10.00 WIB dengan ditandai bunyi sirine peringatan dini tsunami atau bunyi lain yang disepakati seperti, bel, lonceng, kentongan, dan pluit. Sirine tersebut akan berbunyi selama satu menit sebagai penanda gempa bumi terjadi.

Pada saat sirine berbunyi, seluruh orang diharuskan menyelamatkan diri. Bagi masyarakat atau sivitas akademika UNP sedang berada dalam ruangan segera keluar jika memungkinkan. Namun jika tidak, cari tempat yang aman untuk berlindung, seperti di bawah meja, sudut ruangan, dan tempat lain yang dirasa aman. Hindari barang-barang atau benda berbahaya yang memungkinkan akan menimpa seperti, lemari gantungan dinding, kaca, dan benda lainnya.

Saat sirine selesai, semua orang segera menuju titik kumpul. Di UNP sendiri titik kumpul yang disediakan terdapat di sebelah Auditorium UNP. Ketika telah berada di titik kumpul, cek kembali jumlah dan kondisi anggota, apakah telah sesuai dengan jumlah saat berada di ruangan yang sebelumnya ditinggali.

Setelah dirasa lengkap, masyarakat dapat pergi mencari tempat ketinggian atau shelter untuk menghindari kemungkinan terjadinya tsunami. Ketika telah aman, maka diperbolehkan turun kembali ke titik kumpul dan mencek kembali jumlah dan kondisi anggota.

Melihat letak geografis UNP yang berada pada bibir pantai, dirasa cukup rawan akan terjadinya gempa bumi dan tsunama. Oleh karena itu, Ketua PKK, Rusnaldi Putra, Ph. D., menilai bahwa simulasi tersebut sangat diperlukan bagi sivitas akademika UNP agar dapat tanggap jika bencana tersebut terjadi nantinya. "UNP salah satu yang paling rawan dari sisi kondisi tanah, dan poteni tsunami," ujarnya saat rapat Simulasi Bencana di Ruang Sidang Wakil Rektor III UNP, Selasa (24/4).

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Putri Radila
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Umum
Diedit & Diverifikasi oleh: Laila Marni (Pemimpin Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.