Berita

Jurnalis, Manusia Setengah Dewa

Jurnalis, Manusia Setengah Dewa
Lima Pemateri Workshop "Peningkatan Literasi Jurnalis dalam Menyikapi Hoaks" memaparkan materi di Kyriad BumiMinang Hotel, Sabtu (29/4).f/Laila

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatra Barat (Sumbar) menyelenggarakan Workshop dengan tema "Peningkatan Literasi Jurnalis dalam Menyikapi Hoaks" di Kyriad BumiMinang Hotel, Sabtu (29/4).

Workshop ini dihadiri oleh jurnalis se-kota Padang dan dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit. Dalam sambutannya Nasrul mengungkapkan bahwa sestiap jurnalis memiliki tanggungjawab dengan apa yang ditulisnya. Sebaiknya, berita yang ditulis mencerdaskan masyarakat tidak menghasut atau mengadu domba.

Ada lima pemateri yang dihadirkan untuk membahas tema kali ini antaranya, Ketua IJTI Pusat yang juga merupakan pemimpin redaksi inewsTV, Yadi Hendrayana, Kepala subdirektorat Intelkom Polda sumbar, Ajun Komisaris Besar Polisi, Jufnedi, Penggiat anti korupsi,Arif Paderi, Anggota KPU, Fikon, dan Anggota Badan Pengawas Pemilu, Vibner.

Dalam paparannya Ketua IJTI Pusat, Yadi Hendrayana mengatakan bahwa hoaks merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari. Alasannya adalah teknologi yang tidak diimbangi dengan regulasi sehingga menyesatkan masyarakat. "Banyak media yang mengutip media sosial tanpa adanya klarifikasi sehingga hoaks lekas tersebar", ungkapnya.

Lebih lanjut, Yadi mengatakan bahwa bekerja sebagai jurnalis sama seperti menjadi manusia setengah dewa. Kepentingan publik adalah hal yang utama. Jurnalis tidak hanya bertanggungjawab pada beritanya tapi juga kepada publik. Bila dulu peribahasa mengatakan mulutmu harimaumu maka sekarang yang sejalan dengan itu jarimu harimaumu. Dari tulisan itulah masyarakat menjadi cerdas atau malah diadu domba. Maka masyarakat butuh jurnalis yang handal.

Jurnalis yang baik adalah yang berpegang teguh pada amanat undang-undang penyiaran, kode etik, serta melakukan verifikasi terhadap berita yang ditulisnya."Jurnalisme Verifikasi itulah yang patut dianut oleh seorang jurnalis. Bukan jurnalisme pernyataan apalagi jurnalisme kepentingan," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Laila Marni
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi
Diedit & Diverifikasi oleh: Nadilla Aprisia (Redaktur Pelaksana)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.