Dua tantangan utama yang harus dihadapi lulusan perguruan tinggi di tahun 2020, yakni bonus dekande demografi dan era digital. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia, Drs. Andrinof Achir Chaniago, M. Si., saat Kuliah Umum Enterpreneur di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (25/5).
Bonus dekade demografi merupakan masa di mana jumlah penduduk usia produktif dan usia muda terbesar dari masa sebelumnya. Akibatnya, persaingan untuk memperoleh lapangan pekerjaan semakin meningkat. Saat ini, kata Andrinof, masa tunggu seorang sarjana untuk memperoleh pekerjaan kurang lebih enam bulan, namun pada tahun 2020 masa tunggu tersebut akan meningkat lebih tinggi.
"Memasuki tahun 2020, penduduk usia produktif kita adalah yang terbesar sepanjang sejarah," tambah Andrinof dihadapan kurang lebih 1500 mahasiswa UNP yang hadir.
Tak hanya itu, era digital juga menjadi tantangan lain yang harus dihadapi oleh lulusan perguruan tinggi untuk memperoleh pekerjaan. Pada masa itu hampir seluruh sektor akan dijamah oleh perkembangan teknologi yang perlahan akan menggantikan peran manusia dalam bekerja. Misalnya, pada sektor perbankkan. Saat ini sudah banyak teknologi-teknologi canggih yang diciptakan untuk mempermudah nasabah melakukan transaksi tanpa harus mendatangi kantor bank terlebih dahulu. "Di Eropa sendiri terdapat beberapa kantor bank yang terpaksa ditutup karena tidak memiliki customer lagi," jelas Andrinof.
Lebih lanjut, lulusan perguruan tinggi dituntut untuk berfikir kreatif agar dapat menghadapi tantangan tersebut. Diharapkan mereka yang lulus dapat membuka peluang kerja untuk dirinya sendiri dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang ada. "Orang yang tidak siap menghadapi tantangan tersebut dipastikan akan terlindas. Tapi orang yang sangat siap akan berada di posisi paling atas," ujarnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!