Berita

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia gelar ICLLE

Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia gelar ICLLE
Sedang berlangsung acara International Conference On Language, Literature, And Education (ICLLE) yang diadakan ooleh Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia, FBS UNP di Auditorium UNP, Jumat (20/7). f/ Niswa

"Salah satu komponen pembelajaran yang harus dikuasai oleh pendidik adalah bahan ajar. Bahan ajar merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan ajaran. Salah satu ajaran tersebut adalah kemampuan berbahasa Indonesia". Hal ini disampaikan oleh Guru Besar Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Dr. Atmazaki, M.Pd., pada acara International Conference On Language, Literature, And Education (ICLLE) yang diadakan oleh Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia FBS UNP di Auditorium UNP, Jumat (20/7).

Atmazaki juga mengungkapkan bahwa ada beberapa cara yang diperlukan pendidik Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia peserta didik. Pertama, mengajar dengan menggunakan bahasa Indonesia formal. Komunikasi antara pendidik dengan peserta didik tidak menggunakan bahasa Daerah. Sebagaian yang terjadi di masyarakat, pendidik Bahasa Indonesia mengajar seperti pendidik ilmu pengetahuan sosial, yaitu mengajarkan tentang lingkungan. Sedangkan Bahasa Indonesianya diabaikan. "Kita sebagai pendidik bahasa harus fokus pada bahasanya," tegasnya. Pendidik Bahasa Indonesia memang tidak ahli di bidang ilmu pengetahuan Fisika, Matematika Kimia, maupun olahraga tetapi ahli dalam berbahasa Indonesia yang benar. "Kita harus beda dengan guru lain," tegasnya lagi.

Kedua, mengajar dengan lebih mengutamakan kemampuan menulis dan membaca. Dalam belajar bahasa Indonesia, setidak-tidaknya mengajarkan kemampuan membaca sebanyak 50 %. Kemampuan membaca yang rendah mengakibatkan kemampuan menulis peserta didik tidak bagus. Misalnya skripsi, tesis, dan disertasi mahasiswa menggunakan Bahasa Indonesia yang tidak benar.

Ketiga, pendidik harus mengetahui prinsip pengembangan bahan ajar. Yakninya, relevan yang diajarkan pendidik, konsisten, dan memadai materi yang diajarkan tidak boleh terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak.

Kemudian pendidik juga harus mengembangkan bahan ajar, yaitu yang berkaitan dengan pengalaman peserta didik. Oleh karena itu, peserta didik akan lebih memhami."Kami berharap dengan ini, bisa meningkatkan kemampuan membaca peserta didik," harapnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Niswasani
Jurnalis • Liputan Berita

reporter
Diedit & Diverifikasi oleh: Laila Marni (Pemimpin Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.