"Check dan Recheck merupakan hal pertama yang harus dilakukan saat menerima suatu informasi yang kita tidak tahu kebenarannya," ujar Hendra Makmur di acara Halfday Basic Workshop yang diadakan oleh AJI Padang bekerjasama dengan Google di Ruang Sidang Rektorat Lama UNP, Jumat, (5/10).
Hendra mengatakan bahwa informasi yang baru saja diterima tidak boleh langsung dipercayai. Sikap skeptis harus ditanamkan dalam segala hal. "Jangan langsung emosional dalam menanggapi suatu informasi, kita harus sedikit bersabar," ujar Hendra.
Hendra menyebutkan bahwa dis dan mis informasi belakangan ini kerap terjadi. Mis informasi adalah informasi yang salah, tetapi orang yang meyebarkannya tidak tahu bahwa itu salah. Sementara dis informasi adalah informasi salah yang sengaja disebar orang yang tahu bahwa itu salah. Artinya ada niat di balik penyebaran tersebut.
Hendra mengungkapkan bahwa ada tujuh tips dalam mencegah dis dan mis informasi. Salah satu diantaranya adalah mengecek alamat situs. Jika alamat situs meragukan, lakukan riset dengan domain bigdata.com. "Biasanya situs abal-abal hanya beralamatkan Blogspot," terang Hendra.
Tips selanjutnya, yakni perhatikan detail visual pada halaman web tersebut. Misalnya, gambar logo yang jelek. "Terkadang situs abal-abal ada yang meniru mirip-mirip situs media mainstream," ungkap Hendra.
Hendra menambahkan lima tips lain untuk mencegah terjadinya dis dan mis informasi tersebut. Diantaranya berkaitan dengan iklan yang dimuat, ciri-ciri pakem media, cek about us situs, jangan tertarik dengan judul yang sensasional, dan cek juga situs mainstream yang terpercaya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!