Berita

Tidak hanya Merusak Lingkungan, Plastik juga Berbahaya bagi Kesehatan

Tidak hanya Merusak Lingkungan, Plastik juga Berbahaya bagi Kesehatan
Sedang berlangsung acara Seminar Lingkungan yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup UNP di Auditorium Prof. Kamaluddin Fakultas Ekonomi UNP, Jumat (19/10). f/Julia*

Pesatnya perkembangan produk berbahan baku plastik saat ini telah mampu menggeser kedudukan dan fungsi berbagai macam kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh salah seorang staf Wahana Lingkungan Hidup Sumatra Barat, Fadli Rahmadi, S. Hut., selaku pemateri pada acara Seminar Lingkungan dengan tema Masyarakat Cerdas Diet Plastik yang diadakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (19/10).

Fadli mengatakan bahwa kemajuan teknologi berdampak pada meningkatnya intensitas produksi plastik yang digemari oleh masyarakat. Plastik dinilai sangat mudah untuk dipakai, ringan, murah, transparan, dan tahan air. Hal ini menyebabkan kebutuhan akan plastik dan jumlah sampah plastik semakin meningkat. "Hampir semua produk yang kita beli atau dapatkan berbahan baku plastik," ungkapnya.

Peningkatan jumlah sampah plastik, kata Fadli, menyebabkan adanya ketidakseimbangan dan kerusakan lingkungan. Diantara bahaya bahan plastik adalah memicu perubahan iklim. Mulai dari proses produksi, konsumsi, hingga pembuangannya, plastik menghasilkan emusi karbon yang tinggi sehingga berkontribusi terhadap perubahan iklim.

Fadli juga menjelaskan bahwa kandungan Poly Vinyl Chlorida (PVC) pada plastik sangat berbahaya bagi kesehatan jika terkena suhu tinggi dari makanan yang dibungkus. Sebab, kandungan zat kimiawi plastik tersebut akan bereaksi dengan makanan. "Pengolahan plastik yang panjang membuat plastik berbau dan berbahaya bagi kesehatan serta menyebabkan perubahan iklim," ujarnya.

Fadli menambahkan bahwa sampah plastik juga mencemari lingkungan, seperti tersumbatnya selokan, termakan oleh hewan dan rusaknya ekosistem sungai dan laut. Plastik merupakan zat yang sangat susah terurai. "Bahkan zat renik di dalam tanah pun sulit mengurai plastik tersebut," tuturnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Julia Fitri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Nadilla Aprisia (Redaktur Pelaksana)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.