Bertemakan "From Minang to the World Unleasing the Potentials of Creative Economy", Kementerian Luar Negeri RI mengadakan Public Lecture di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang (UNP), Juma't (1/2). Acara tersebut mendatangkan Dirjend Kerja Sama Multilateral-Luar Negeri, Febrian Alphyanto Ruddyand, President and Co-Founder Bukalapak.com, Muhammad Fajrin, dan pengusaha rendang asal Solok, Sylvia Lestari selaku pemateri.
Dalam sambutannya, Rektor UNP, Prof. Dr. Ganefri, Ph. D., mengatakan bahwa di era revolusi industri 4.0, UNP beralih fokus ke perguruan tinggi berbasis riset dan membekali mahasiswa dengan jiwa entrepreneure. "Setiap program studi dikembangkan dengan adanya kurikulum entrepreneure dan mata kuliah Kewirausahaan sebagai mata kuliah wajib," ujarnya.
Febrian Alphiyanto Ruddyand dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pada revolusi industri 4.0, ekonomi kreatif berkembang pesat. Di era 4.0, kata Febrian, setiap ada suatu peluang tentu pasti ada tatangan di baliknya. Misalnya, ada peluang peningkatan efisiensi dan produksi serta penguatan konektifitas, maka akan hadir tantangan seperti pengangguran dan berkurangnya ketertarikan investor asing. "Kita harus jeli dalam memperhatikan peluang dan kreatif dalam membuat produk mulai dari brand, textline, quality hingga packing harus diperhatikan," ujarnya.
Sejalan dengan Febrian, Sylvia Lestari menyampaikan bahwa hal yang paling penting dalam memulai suatu usaha adalah link dan silaturahmi. "Untuk memulai usaha kita pasti mengalami pasang dan surut, oleh sebab itu kita membutuhkan saudara-saudara kita," ucapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!