Berita

Boy Candra: Seni Tidak Bisa Dibatasi

Boy Candra: Seni Tidak Bisa Dibatasi
RUU Permusikan: Penulis sekaligus Produser Band The Kura-Kura UKKes UNP, Boy Candra, mengatakan bahwa RUU Permusikan bertentangan dengan kebebasan berekspresi dan perlu pengkajian ulang. f/Ist

Dilansir dari Ganto.co, Rancangan Undang-Undang (RUU) Permusikan kini menjadi kontroversi yang hangat diperbincangkan. Salah satu penolakan datang dari organisasi yang berorientasi pada kesenian di Universitas Negeri Padang (UNP), yakni Unit Kegiatan Kesenian (UKKes) UNP. Sebagai respon penolakannya, UKKes mengadakan Panggung Kecil Tolak RUU Permusikan di depan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNP pada 4 Februari 2019.

Tidak hanya dari UKKes UNP, penolakan juga datang dari Penulis sekaligus Produser Band The Kura-Kura garapan UKKes UNP, yakni Boy Candra. Ia mengatakan bahwa beberapa pasal di RUU Permusikan perlu dilakukan pengkajian ulang.

Salah satu pasal di RUU, yakni pasal lima, kata Boy, sangat bertentangan dengan kebebasan berekspresi. "Seni merupakan bentuk kebebasan berekspresi dan tidak bisa dibatasi," ujarnya saat ditemuiGantodi Gedung PKM UNP, Kamis (7/2).

Boy juga mengungkapkan bahwa uji kompetensi tidak layak diterapkan kepada seniman karena seniman bermain soal rasa. Tidak ada tolak ukur yang tetap untuk dasar pengujian. "Sangat disayangkan sekali pemerintah mengatur hal tersebut, padahal pembajakan masih bermasalah, tidak ada kejelasan hukumnya," ucapnya.

Salah satu contohnya, dikutip dari Merdeka.com yang diakses olehGanto pada Sabtu (9/2), industri rekaman Indonesia mencatat banyaknya kasus pembajakan dan tingginya angka kerugian yang dialami. Misalnya pada 2007, kerugian yang dialami sebesar 2 triliun rupiah akibat kasus pembajakan yang terus meningkat. Atas dasar inilah, Boy berharap pemerintah terlebih dulu membenahi jaminan hukum terkait hak cipta tersebut.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Imelda Kristinafany Sirait
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Julia Fitri (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.