Indonesia dihadapkan pada tantangan yang luar biasa pada era revolusi industri 4.0. Hal ini disampaikan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Meristekdikti) RI, Prof. Muhammad Nasir, Ph. D., dalam acara Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX dan Konferensi Internasional di Pelataran Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (13/3).
Nasir menyampaikan bahwa saat ini terjadi integrasi antara digital dan manusia yang harus diantisipasi dalam lingkungan Kemenristekdikti, khususnya di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK). Ia menambahkan bahwa setiap tahunnya LPTK meluluskan setidaknya 300 ribu tenaga pendidik, tetapi hanya 120 ribu tenaga pendidik yang mendapatkan pekerjaan.
Selain itu, Nasir mengatakan bahwa sertifikasi guru masih menjadi polemik yang juga harus diantisipasi. "Dalam hal ini ada beberapa permasalahan, misalnya pendidikan profesi guru dalam jabatan dan persiapan," ujarnya.
Menurut Nasir, Perguruan Tinggi masih menerapkan sistem yang lama dan menganggap sistemnya tersebut yang terbaik. "Perguruan Tinggi asyik dengan dunianya sendiri, sementara dunia luar sudah berubah," tuturnya.
Oleh karena itu, kata Nasir, setiap Perguruan Tinggi seharusnya turut bersaing dan memanfaatkan teknologi yang sudah semakin maju. "Hal itu akan menciptakan lulusan yang berdayasaing tinggi nantinya," ungkapnya.
"Semoga dengan diselenggarakan kegiatan Konaspi ini, Indonesia bisa menghasilkan guru yang berkualitas dan murid yang berkualitas pula," harap Nasir.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!