Berita

Wahib Assyahri: Organisasi Perlu Lobi dan Negosiasi

Wahib Assyahri: Organisasi Perlu Lobi dan Negosiasi
Penyampaian materi mengenai lobi dan organisasi dalam organisasi oleh Wahib Assyahri, S. AP., dalam acara Upgrading Unit Kegiatan Olahraga UNP di Ruang Kelas Labor FIK UNP, Sabtu (16/3). f/Julia

Dalam sebuah organisasi, ada dua hal yang harus dipikirkan, yakni sesuatu yang bisa didapatkan dari segi ilmu dan keterampilan serta kontribusi yang dapat dilakukan. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Badan Eksekutif Mahasiswa UNP periode 2018, Wahib Assyahri, S. AP., dalam acara Upgrading Unit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) di Ruang Kelas Labor Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, Sabtu (16/3).

Wahib menjelaskan bahwa keseriusan, loyalitas, dan tanggung jawab merupakan hal yang dibangun dalam organisasi. Bagi Wahib, organisasi sifatnya sakral, tidak sekedar 'numpang nama' saja. "Aspek kekeluargaan juga merupakan hal terpenting yang harus dibangun dalam organisasi," ujarnya.

Organisasi merupakan labor bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia masyarakat. Dunia masyarakat itu keras, lanjut Wahib, salah satunya sulit dalam mencari kerja. Sumber daya manusia yang berkualitas dibangun dari organisasi. Selain itu, hubungan, relasi, dan kerjasama dengan berbagai pihak juga bisa diperoleh melalui organisasi."Apa yang kita dapatkan selama empat tahun kuliah tanpa mengikuti satu pun organisasi? Pengalaman berorganisasi itu sangat penting," ucap Wahib.

Setiap anggota organisasi, kata Wahib, harus mengetahui cara menjalankan organisasi. Salah satunya yakni mengenai lobi dan negosiasi yang biasa dilakukan demi kelancaran urusan organisasi. "Jika kedua hal itu tidak dikuasai, maka akan ditemukan banyaknya kesulitan dalam menjalankan organisasi," tuturnya.

Lobi merupakan suatu kesepakatan informal yang menguntungkan satu belah pihak, tidak terikat waktu dan tempat, serta dapat dilakukan terus menerus. Dalam melakukan lobi, lanjut Wahib, diperlukan teknik dan strategi. Salah satunya membangun keakraban dan pendekatan dengan pihak yang akan dilobi. "Lobi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan bagi kita dari seseorang yang memiliki posisi strategis," ucapnya.

Lain halnya dengan lobi, tutur Wahib, negoisasi sifatnya lebih formal. Negosiasi merupakan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak atau biasa disebut kerjasama. Kedua belah pihak memiliki kepentingan yang berbeda dan bahkan bertentangan. Negosiasi dilakukan dalam bentuk diskusi untuk mendapatkan kesepatan antarkedua belah pihak.

Wahib menjelaskan bahwa negosiasi dilandasi oleh empat konsep, yakni Trust, Opennes, Responsible, dan Interdependency. Trust berarti adanya sikap saling percaya antarkedua belah pihak. Opennes berarti adanya sikap saling terbuka antarkedua belah pihak. "Tidak ada yang ditutupi atau tujuan tertentu dibalik kesepakatan itu," ujar Wahib.

Responsible berarti kedua belah pihak harus memiliki sikap saling bertanggung jawab, baik terhadap hal yang telah disepakati maupun terhadap permasalahan yang mungkin muncul. Selanjutnya, Interdependency yang berarti adanya kesadaran saling ketergantungan antarkedua belah pihak. "Dengan begitu, antara satu pihak dengan pihak yang lainnya akan tercipta rasa saling membutuhkan," ucap Wahib.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Julia Fitri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Deby Purnama Sari (Reporter Koresponden)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.