Berita

Organisasi: Manajemen dan Kepemimpinan

Organisasi: Manajemen dan Kepemimpinan
Anggi Pradana Wiranata, S. Si., sedang menyampaikan materinya mengenai manajemen dan kepemimpinan pada acara Upgrading Unit Kegiatan Olahraga UNP di Ruang Kelas Labor FIK UNP, Sabtu (16/3). f/Julia

Deskripsi mengenai apa itu organisasi dilihat dari tiga aspek, yakni lebih dari satu orang, memiliki tujuan, dan ada interaksi di dalamnya. Organisasi menciptakan interaksi antara satu orang dengan orang lain, satu komponen dengan komponen lain, dan satu bidang dengan bidang yang lain. Hal ini disampaikan oleh Ketua Aliansi BEM FISIP se-Sumatera periode 2016, Anggi Pradana Wiranata, S. Si., pada acaraUpgradingUnit Kegiatan Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP) di Ruang Kelas Labor Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP, Sabtu (16/3).

Anggi menjelaskan bahwa suatu organisasi diibaratkan sebagai sebuah rumah yang memiliki bagian-bagian atau divisi-divisi yang saling berkaitan satu sama lain. Jika salah satu bagian tidak ada, maka bagian yang lain tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Organisasi membutuhkan pengelolaan atau manajemen yang baik. Manajemen merupakan seni mengatur, mengontrol, dan mengelola suatu organisasi. Dengan adanya manajemen yang baik, organisasi akan berjalan sesuai dengan rule atau aturannya. "Organisasi akan hancur jika tidak dikelola dengan baik," ujar Anggi.

Tahapan sebuah manajemen organisasi, kata Anggi, ada empat, yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Perencanaan dalam suatu organisasi dilakukan melalui analisis kekuatan (strenght), kelemahan (weakness) peluang (opportunity), dan tantangan (threat) atau yang biasa disebut analisis SWOT. "Jika pada tahap awal ini gagal, organisasi akan kacau," ujarnya.

Tahap pengorganisasian, lanjut Anggi, merupakan tahap pembagian peran masing-masing anggota, pendelegasian tanggung jawab, dan program kerja. Dalam pengorganisasian, ada dua aspek yang harus dipertimbangkan, yakni profesional dan proporsional. Profesional berarti penempatan anggota yang sesuai dengan kemampuan sedangkan proporsional berarti disesuaikan dengan jumlah sumber daya anggota yang ada.

Selanjutnya, pada tahap pengarahan, tutur Anggi, dilakukan langsung oleh pimpinan dan segenap dewan pengurus harian dalam organisasi tersebut. Lalu kemudian, pada tahap pengendalian, dilakukan evaluasi bersama, baik mengenai program kerja maupun acara yang dilaksanakan.

Selain manajemen yang baik, suatu organisasi juga memerlukan pemimpin yang memiliki ilmu kepemimpinan. Tingkat ilmu kepemimpinan tersebut dilihat dari kemampuan pemimpin memanajemen organisasinya. "Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang dapat melahirkan para pemimpin yang baru dan mampu menempatkan diri," ucap Anggi.

Ada empat poin penting yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, yakni semangat, mempunyai tujuan, memiliki kebulatan tekad, dan memperhatikan timnya. Dari keempat poin tersebut, kata Anggi, poin utamanya yaitu seorang pemimpin harus memperhatikan tim atau anggotanya. "Kesehatan dan suasana hati anggota sangat perlu diperhatikan," ungkapnya.

Lebih lanjut Anggi menyampaikan bahwa ada empat teknik dalam manajemen seorang pemimpin. Diantaranya manajemen waktu, manajemen konflik, manajemen program kerja, dan pengambilan keputusan. "Tidak hanya pemimpin, setiap anggota pun harus menguasai keempat teknik tersebut," ucapnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Julia Fitri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Deby Purnama Sari (Reporter Koresponden)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.