Berita

Zero Waste: Hidup Bebas Sampah

Zero Waste: Hidup Bebas Sampah
Arinil Hanifah sedang menyampaikan materinya pada acara Muslimah Creative Club Day (MC2 Day) di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (12/4). f/Mitha

Keputrian Forum Mahasiswa Islam (FORMIS) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) kembali mengadakan MuslimahCreative Club Day(MC2 Day) pada Jumat (12/4).

Acara yang bertemakan "Ros Smile, Zero Waste Is My Style" ini mengundang pemateri Arinil Hanifah yang merupakan ketua dari komunitas Zero Waste Padang di Ruang Serba Guna FT UNP.

Dalam penyampaiannya Arinil menampilkan sebuah video yang menjelaskan tentang beberapa jenis sampah beserta masa penguraiannya. Seperti sampah kertas masa penguraiannya selama 2,4 minggu, kulit jeruk selama 6 bulan, karton susu 5 tahun, kantong plastik 15 tahun, kaleng logam 100 tahun, botol plastik 450 tahun, botol kaca 500 tahun, dan sampahstyrofoamyang tidak dapat terurai.

Lebih lanjut Ia menjelaskan tentang pembagian sampah organik dan nonorganik. "Kenapa TPST di Piyungan ditutup?", ungkapnya bertanya, "Karena TPST tersebut sudah penuh dan tak bisa lagi menampung banyaknya sampah". Ia mengatakan hal itu terjadi karena kurangnya perhatian masyarakat dalam membedakan kedua jenis sampah ini sehingga sampah-sampah tersebut sulit dipilah.

Padahal sampah organik dan nonorganik ini seharusnya bisa didaur ulang. Sampah organik misalnya bisa dijadikan pupuk kompos untuk tumbuhan, dan sampah nonorganik bisa dijadikan sesuatu yang berguna sepertiecobrikyang dijadikan sebagai pengganti bata.

Tidak hanya itu, Arinil juga menjelaskan bagaimana mirisnya dampak akibat pembuangan sampah sembarangan di lautan. Dilansir dari sebuah berita ditemukannya seekor paus dengan panjang 4,7 meter terdampar di pinggir pantai Filipina dengan 40 kilogram sampah di dalam perutnya. "Kita tidak sadar bagaimana perbuatan kita telah menyakiti makhluk hidup lainnya" jelasnya.

Lebih lanjut, Arinil menyampaikan tips untuk mengurangi penggunaan plastik. Seperti menggunakan botol air untuk minum dibanding membeli air kemasan sekali pakai, serta lebih memilih saputangan berbahan kain dibanding memakai tisu, "bayangkan berapa banyak tisu yang terselamatkan dengan saputangan ini" lanjutnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Mitha Melanie Putri
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Umum
Diedit & Diverifikasi oleh: Imelda Kristinafany Sirait (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.