Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi salah satu tempat terselenggaranya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019. Tahun lalu, Universitas Padjajaran (UNPAD) melaksanakan SBMPTN dengan sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Peserta ujian mengunakansmarthponedengan memakai jaringan lokal khusus agar peserta tidak bisa mengakses hal lainnya di luar ujian.
UNP dikabarkan akan ikut serta melaksanakan UTBK sebagai salah satu prosedur dalam SBMPTN 2019. Oleh karena itu, persiapan demi persiapan perlu dilakukan agar mendapatkan hasil yang baik.
Terkait hal tersebut, Mahasiswa Jurusan Matematika TM 2016, Sari Ninia Nelfi mengatakan bahwa UNP belum sepenuhnya siap jika melaksanakan UTBK. Hal itu dikarenakan jumlah komputer yang kurang memadai. "Itu pun banyak komputer yang rusak dan sarana yang terbatas," ujarnya, Sabtu (6/4).
Mengenai jaringan internet melalui Wi-Fi kampus, lanjut Sari, jika jaringannya memang difokuskan kepada para peserta, akan memadai. Akan tetapi, jika menggunakan jaringan Wi-Fi UNP secara umum, sistem jaringannya akan terganggu dan lelet.
Sari juga mengungkapkan bahwa ujian UTBK melaluismartphonesiswa seperti di UNPAD kurang efektif karena akan banyak gangguan. Misalnya, kata Sari, ada pesan yang masuk diWhatsAppatau media sosial lainnya.
Senada dengan Sari, Mahasiswa Pendidikan Guru-Pendidikan Anak Usia Dini TM 2016, Yusdina Lesi mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap UTBK. Hal ini karena UTBK tersebut mempersulit siswa yang ingin melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi. "Setahu Saya, nilai yang didapatkan melalui UTBK inilah yang nantinya dibawa untuk mendaftar ke Perguruan Tinggi yang diinginkan dan itu akan mempersulit siswa itu sendiri," ucapnya.
Lain halnya dengan Sari dan Yusdina, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia TM 2018, Haryanti menuturkan bahwa UNP siap dan sarananya memadai jika akan dilaksanakan UTBK pada tahun ini. Hanya saja, lanjut Haryanti, kesiapan dari pesertanya yang patut dipertanyakan. "Takutnya mereka tidak pandai dalam mengoperasikan komputer," jelasnya.
Mengenai penggunaansmartphone, Haryanti meragukan keefektifannya. Ia mengatakan bahwa peserta akan gagal fokus dalam mengerjakan ujian karena ada hal lain yang masuk kesmartphonemiliknya. "Lagi pula ukuransmartphoneitu tidak sebesar komputer. Akan lebih efektif jika ujian menggunakan komputer," ucapnya.
Menjawab hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan UNP sekaligus salah satu Penanggung Jawab Lokasi UTBK, Dr. Alwen Bentri, M. Pd., mengungkapkan bahwa dalam pelaksanaan UTBK digunakan semacam jaringan atau aplikasi khusus. Untuk teknisnya, lanjut Alwen, menggunakan komputer yang terdapat di labor-labor komputer UNP.
Alwen juga mengungkapkan bahwa sebelum ujian dimulai, diberi pelatihan kepada siswa selama 30 menit. Siswa tidak boleh datang terlambat karena ia tidak dapat mengikuti ujian lagi. "Terlebih jika ia hanya memperoleh jatah satu kali ujian," ujar Alwen saat ditemuiGantopada hari kedua pelaksanaan UTBK, Minggu (14/4).
Dalam pelaksaan UTBK ini, kata Alwen, ruangan dikelola oleh pengawas dan teknisi. Keduanya harus memilikiskillmengenai jaringan dan melek teknologi. Pengawas bertugas memantau siswa, sedangkan teknisi bertugas membantu siswa jika mengalami kesulitan saat mengerjakan ujian. "Sebelum bertugas, pengawas dan teknisi masing-masingnya memperolehchoaching," tutur Alwen.
Selain itu, Alwen menjelaskan bahwa sejauh ini tidak ada kendala yang prinsipal. Setelah dilakukan evaluasi pada hari pertama, lanjutnya, kendala terdapat pada kelengkapan administrasi peserta, seperti kartu tanda peserta, ijazah, dan dokumen lainnya. "Siswa calon mahasiswa itu beralasan lupa membawa atau hilang," ungkapnya.
Lebih lanjut Alwen menjabarkan bahwa untuk kendala teknis yang ditemui berupa komputer yangloading-nya lama, sinyal tidak ada, dan komputer yang reset sendiri. Namun, hal tersebut dapat diatasi dan tidak menjadi permasalan besar. "UNP telah bekerja sama dengan PLN dan Telkom demi kelancaran UTBK ini," tuturnya. Terkait dengan komputer yang tersedia, Alwen menyebutkan bahwa jumlahnya mencukupi bahkan di tiap titik pelaksanaan UTBK ada sekitar empat sampai lima komputer cadangan. "Jadi sudah ada antisipasi sebelum terjadi kendala yang menyulitkan peserta," ujarnya.
Senada dengan Alwen, Kepala Biro dan Kemahasiswaan UNP, Drs. Yushamdi, M.Pd., mengatakan bahwa UTBK di UNP tidak menggunakansmartphone. Ujian dilaksanakan di sejumlah titik menggunakan komputer yang telah disediakan. Yushamdi juga menjelaskan bahwa hasil UTBK ini nantinya akan dipakai untuk memilih program studi ketika calon mahasiswa hendak mendaftar ke Perguruan Tinggi. "Jadi, ketika SBMPTN, tidak ada lagi ujian dan pembayaran, peserta hanya tinggal mendaftar dan memilih program studi di Perguruan Tinggi Negeri yang diinginkan," ucapnya kepadaGanto, Minggu (14/4).
Tahun lalu UTBK juga ada di UNP, kata Yushamdi, tetapi tidak semua hanya sedikit. Jumlah peserta UTBK di UNP tahun ini, lanjutnya, yaitu 30.664 orang. "Peserta yang mendaftar berasal dari seluruh provinsi di Indonesia," jelasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!