Rumput bandotan merupakan salah satu jenis gulma yang tumbuh di sekitar area penanaman padi. Keberadaan tumbuhan pemilik nama ageratum conyzoides l ini banyak dianggap sebagai hama yang mampu mengakibatkan kehilangan hasil panen petani yang cukup besar. Guna meningkatkan produksi padi, Robiatul Adawiyah mahasiswa Pendidikan Kimia TM 2017 beserta tim menjadikan tanaman tersebut sebagai bahan olahan obat luka.
Kandungan fitokonstituen yang terkandung dalam tanaman bandotan seperti alkaloid, triterpenoid, tanin, dan flavanoid berperan dalam proses penyembuhan karena bersifat antimikroba. Selain itu, bioflavanoid dalam bandotan juga bersifat antioksidan sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka.
Dalam prosesnya, obat luka yang diberi nama Betadin Herbal Bandotan (Better Ban) ini, terdiri dari tiga tahapan penting. Pertama, Strerilisasi alat-alat praktikum, dengan terlebih dahulu melakukan penyimpanan yang dibungkus dengan Aluminium foil dan memasukkannya ke dalam oven dengan suhu 150 derajat celsius-170 derajat celsius selama dua jam.
Kedua, pembuatan ekstrak daun bandotan yang terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari, memasukan 300 gram ke dalam beaker glass dan direndam dengan Etanol persen. Pendiaman bahan di atas dilakukan selama 24 jam dengan melakukan pengadukan bertahap. Settingperkolator sebagai wadah penampung dan beberapa tahapan lainnya.
Ketiga, Bahan-bahan yang akan digunakan ditimbang dengan perbandingan yang tepat kemudian dilarutkan dalam gelas kimia. Setelah itu, homogen dipindahkan ke dalam cawan penguap dan dipanaskan sampai terbentuk larutan kental yang berbau herbal. "Untuk pengerjaan Better Ban sendiri memakan waktu kurang lebih tiga hari," ujar Aruna Irani, salah seorang anggota tim tersebut.
Adapun tim yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang kewirausahaan ini meliputi, Robiatul sebagai ketua pelaksana. Aruna Pradipta, Ikaldri, Aruna Irani, dan Rosa Karlina sebagai anggota. Serta Effendi, S.Pd. M. Sc. dan Okta Suryani, Ph.D. selaku dosen pembimbing.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!