Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatra Barat (Sumbar) menggelar Aksi Demonstrasi dengan titik kumpul di Simpang Rumah Makan Lamun Ombak, Jalan Khatib Sulaiman, Rabu (28/8).
Aksi ini bertujuan untuk memberikan ultimatum kepada para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar yang dilantik pada hari tersebut.
Sebanyak 65 orang anggota DPRD dilantik di dalam Gedung DPRD Sumbar. Sementara di luar gedung, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Sumbar menyuarakan beberapa keluhannya.
Para mahasiswa itu menyebutkan bahwa suara mereka adalah perpanjangan tangan dari masyarakat. "Kita kawal dari titik nol mereka agar tidak ada lagi rakyat yang kecewa," ujar Ari, salah seorang Angkatan Muda BEM Universitas Negeri Padang.
Hal serupa juga dikatakan oleh Kepala Bidang Aksi dan Propaganda, BEM Universitas Andalas, Arif Siregar. "Saat ini ayah-ayah dan ibu-ibu kita sedang dilantik. Apakah janji-janji manis mereka akan dijalankan? Untuk itulah kita kawal," ujarnya.
Ada tujuh tuntutan yang dilayangkan pada aksi kali ini. Pertama, anggota DPRD harus menggunakan anggaran secara efektif. Kedua, adanya transparansi dalam setiap peraturan dan kebijakan yang ditetapkan. Ketiga, memberikan integritas kerja berdasarkan kepentingan rakyat. Keempat, memberikan pembuktian realisasi kerja anggota DPRD SB setiap tiga bulan sekali. Kelima, mendesak Gubernur Sumbar untuk menjalankan dan mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) No. 8 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok.
Selanjutnya yang keenam, mendesak Gubernur Sumbar untuk menjalankan dan mengimplementasikan Perda No. 3 tahun 2014 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Provinsi Sumbar. Lalu ketujuh, mendesak DPRD untuk merumuskan beberapa Perda. Di antaranya Perda tentang Kesejahteraan Sosial, BUMD Energi, Penyelenggaraan Persandian untuk Keamanan Informasi, Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, Lahan Abadi, LGBT, dan Provinsi Layak Anak.
Salah seorang perwakilan anggota DPRD yang baru dilantik, Desriyo, turun menemui dan menenangkan para mahasiswa. "Untuk demo ini biasa karena itu hak mahasiswa untuk menyampaikan apa yang dirasakan oleh masyarakat dan tentu semua yang disampaikan adalah hal-hal positif untuk kerja DPRD ke depannya," ucapnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!