Kebebasan, kesetaraan, dan persaudaraan seharusnya menjadi dasar dari kurikulum pendidikan, kata Rocky dalam acara Talkshow Nasional di Aula Almuqorrom Asrama Haji Kota Padang, Senin (9/9).
Rocky mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap sistem sistem kurikulum pendidikan tinggi yang ada di Indonesia. Menurutnya, kurikulum itu seharusnya fleksibel, sesuai yang dibutuhkan mahasiswa.
Di Amerika, contohnya, lanjut Rocky, professor mempersilahkan mahasiswanya untuk membuat kurikulumnya sendiri dan mengajarkan apa-apa yang dibutuhkan mahasiswa. "Ilmu pengetahuan itu selalu berkembang. Hp yang Anda beli jam tujuh tadi akan ketinggalan delapan jam kemudian karena akan ada keluaran baru. Walaupun belum keluar, tetapi sudah ada di laboratorium sehingga kurikulum juga perlu diubah setiap saat," ujarnya.
Rocky sangat mendukung jika kampus membuat kurikulumnya sendiri. Akan tetapi, faktanya kampus harus ikut kurikulum yang dibuat pemerintah. "Kampus tidak otonom karena tergantung pada APBN sehingga tidak bisa merumuskan kurikulumnya sendiri," jelasnya.
Perihal mata kuliah yang ada saat ini, Rocky berpendapat bahwa pendidikan di Indonesia seolah-olah tidak berhasil karena banyak mata kuliah yang harusnya tidak dipelajari lagi di kampus. "Masa kita belajar agama, bahasa Indonesia, dan PKN di kampus. Ini membuktikan bahwa pendidikan tingkat SLTA tidak berhasil," paparnya.
Lebih lanjut Rocky menyampaikan bahwa di dalam konstitusi terdapat pernyataan "mencerdaskan bangsa". Menurutnya, presiden yang tidak mencerdaskan bangsa adalah presiden yang melanggar konstitusi.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!