Pada hari terakhir Wisuda Periode ke-116, Universitas Negeri Padang (UNP) melepas sebanyak 1017 wisudawan di Auditorium UNP, Senin (16/9). Acara ini turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Agam, Dr. Ir. H. Indra Catri, MSP., Dt. Malako Nan Putiah untuk memberikan orasi ilmiah.
Dalam orasi yang berjudul ''Guru Masa Kini dan Tantangan Masa Depan'', Indra menyebutkan bahwa saat ini masih banyak guru yang kerap mengalami penurunan penghargaan serta terkadang dipandang sebelah mata oleh murid, masyarakat, dan bahkan pemerintah.
"Hati kecil saya memberontak ketika banyaknya kasus guru yang didikriminalisasi oleh wali murid dan penegak hukum," ungkap Indra.
Hal ini diperparah karena guru harus bertahan dengan pendapatan yang kecil, namun tanggung jawab profesi yang besar."Kepala mereka harus tetap tegak, walau terkadang status kepegawaiannya tidak jelas," tambah Indra.
Indra berharap kondisi ini harus mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh dari semua kalangan, apabila tidak ingin bangsa ini menuju kehancuran. Selain itu, ia berharap apa yang disampaikannya tidak dipandang secara skeptis, namun mampu melahirkan konsensus moral diantara kita.
Mengutip ilmuan Amerika Serikat, Jared Diamond, Indra mengungkapkan bahwa salah satu cara merusak peradaban bangsa adalah menghancurkan tatanan pendidikan mereka dan mengabaikan guru-guru bangsa tersebut.
Pada akhir orasinya, Indra mengatakanj ika sumber daya manusia yang baik yang akan memajukan Indonesia, "Hanya dengan SDM yang unggul Indonesia dapat maju,'' tutupnya.
Wisudawan pada hari terakhir dalam Wisuda Periodeke-116 ini berasal dari Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!